Saturday, March 22, 2014

5CM PER SECOND


Scene 1 : Awal segalanya 
Barang kali ada yang pernah melihat atau membaca judul thread di atas.Ya sekilas judul di atas mirip film yg pernah rilis di indonesia,serta salah satu judul anime movie(anime lovers pasti tau).

ni pertama kalinya gw nulis di forum kaskus,sekadar berbagi apa yang ingin ku bagi(maaf kalo bukan uang yg gw bagi).Sebuah kisah yang mungkin dapat di jadikan pembelajaran dalam hidup,karena pepatah bilang pengalaman adalah guru yang berharga(sok puitis banget ya gue.
Tanpa panjang lebar silahkan di simak

Gue agus Kanade(sebut saja demikian,karena gue angel beat lovers).Terlihat dari keluarga yang biasa saja,bahkan sangat biasa bila tidak di sebut mengenaskan.gue lahir di bojonegoro,sebuah kota kecil yang masuk ke dalam provinsi jawa timur. gw 5 bersaudara(sesungguhnya enam karena mbak gue tiada waktu kecil).

gue termasuk anak yang nakal, bandel ,udah gitu hidup lagi(haha)
07 juni 2006.13.30.Selepas pulang sekolah untuk mempersiapkan acara music esok harinya. ,rasa penat lelah serta capek campur aduk jadi satu,kayak es campur kesukaan gue.Iseng" gw pejamkan mata ini hanya untuk sekedar melepas lelah tubuh ini.Tanpa terasa waktu pun cepat berlalu hingga tepat menunjukkan jam 5 sore.


"asyem gw ketiduran" ucap bibir ini sambil mengumpulkan kembali jiwa dan raga yang terpisah beberapa waktu jam tadi.
Setelah agak sadar,meloncatlah tubuh ini dari tempat tidur untuk segera pergi ke kamar mandi,kaki ini pun terasa malas menguntai langkah ke kamar mandi yang serasa jauh nya seperti di seberang samudra sana.,tapi apa daya tangan gak nyampai(gak nyambung banget yah

tapi dengan semangat 45 ku paksakan langkah ini,karena sebentar lagi acara musik di radio kesukaan gue segera di mulai.Mandi pun ekelar sudah9bukan mandi besar lo sodara) hingga siap stand by di depan layar radio.9radio gw layar nya super amoled sob).Iseng" ku sebarkan nomer gue karen biasanya banyak anak muda yang pantengin tuh acara music n sebarin nomer di radio juga.
tak selang beberapa lama,,

"tit...tit..tiiitt..tiiitt" sms pun masuk di hp nokia bututku.

''assalamualaikum"! tulis seseorang di seberang sana.

"walaikumsalam wr wb" jawab ku berlaga kayak pak ustadz.

"boleh kenalan gak gak mas.? tulisnya lagi.

"boleh ni sapa ya.? jawab ku.
"aku marischa mas dari Tuban.! jawab nya memperkenalkan diri dan dari mana iya berasal.

"o iya cha,salam kenal balik ya dari.,semoga kita bisa berteman dengan baik". jawab ku yang kegirangan mendapat teman baru.

"sama-sama mas." jawab nya di sertai emotikon senyum.

ya,dia lah marischa,seseorang yang menjadi awal mula kisah ku dalam mengarungi asam manis pahit rame rasa nya. eh salah asam manis pahitnya kehidupan kelak di masa yang akan datang.
Scene 2 : Awal segalanya part 2 
Ya setelah bangun telat gara" bablas ketiduran, ada hikmah juga di balik peristiwa tersebut. 

marischa, ya dia lah marischa, gadis yang ku kenal ketika gue menyebarkan nomer dari acara music lewat radio. Malam itu pun setelah magrib di mulai lah acara berhandphone ria dengan marischa.

Aku Pun berinisiatif telefon dia duluan, secara aku cowok gitu lho sob. Meski sebenarnya diri ini juga kadang di kategori kan ke dalam golongan kaum fakir miss call. 

"assalamualaikum, icha".? Sapa ku mengawali pembicaraan. 

"walaikumsalam mas, agus, tumben telefon "..? Jawab nya di seberang telefon. 

" pengen dengar suara kamu cha".! Timpal ku selanjutnya. 
"sekarang dah dengar kn mas, bagaimana artis adja kalah merdu kan".? Dengan PD nya di seberang sana dia nyerocos sambil cekikikan.(terdengar dari back sound). 

"ia nich an, sampe kayak petasan manten adja kalah", aku pun tak mau kalah ledekin dia. 

"achhh.. Hhhh.. Mas nya jahat" seloroh nya setengah ngambeg. 

"nggak,,, nggak bercanda kok, gitu adja ngambeg " hibur ku karena merasa bersalah atas apa yg tadi ku ucapkan. 


" aku juga bercanda kq mas,, wekkkk.,! Jawab nya dari ujung telepon yg membuat hati ini dongkol jadinya. 


Waktu pun tanpa terasa begitu cepat, karena bila kita menikmati waktu, waktu yang lama pun kan terasa singkat. akhirnya nya dengan terpaksa ku sudahi pembicaraan ini. 

Karena aku harus belajar, kewajiban ku sebagai seorang siswa sma aka pelajar. 

"dah dulu y an, aku mau belajar " ucap ku dengan sedikit berat hati.

" iya mas gpp kok, aku juga mau belajar ".! Jawab nya dengan besar hati. 

" assalamualaikum marischa",, salam tanda untuk mengakhiri pembicaraan. 

"walaikumsalam mas agus" Jawab nya dari seberang telefon. 

Malam itu setelah belajar, aku inisiatif kn untuk langsung tidur. karena hati ini sedang berbunga-bunga mendengar suara marischa untuk pertama kalinya. 


Dalam lelapnya tidur, diri ini menanti apa yg kn terjadi esok harinya.
Scene 3 : Kesialan dihari pertama
Rasa nya diri ini terlalu hanyut di dalam mimpi, sehingga sulit untuk bangun, seperti otak di kepala ku serasa tak mau mengkomando sensor motor ku untuk segera bergerak dan membuka mata ini yg masih setengah terpejam . 

"achhh udh jm segini adja".? Sungut ku dalam hati. 
Hingga tanpa terasa "byokkkk" basah diri karena terkena siraman air. 

"ibu kq aku di siram sich" teriak ku dengan nada kesal. 

"salah sendiri tidur kayak kebo" Jawab ibu ku dengan santai nya. 

Dengan terpaksa, tubuh ini beranjak dari tempat tidur. Untuk bersegera mandi dan berangkat ke sekolah. 

Ya, hari ini aku hari pertama masuk sekolah sebagai siswa sma, aku di terima masuk di sma n 1 bojonegoro. Salah satu sma negeri terbaik dan terfavorit di kota kecil tercinta ini. 

Aku Pun berangkat ke sekolah dengan berkendara. Sebuah kendaraan yang sangat umum di pakai orang" desa,. Ya benar, aku ke sekolah naik "BY CYCLE". 

setengah jam sudah diri ini mengayuh pedal sepeda bermandikan keringat serta bercucuran darah. Hingga tubuh ini tak konsentrasi lagi dalam mengayuh pedal tersebut. 

Di tambah lagi aku lupa sarapan, karena telat bangun gara" masih terngiang " suara marischa nan jauh di Tuban sana. 

Hingga aku jadi terhanyut dalam lamunan pagi" begini. 

Tanpa aku sadari, ada seseorang yang lewat di depan ku. 
Dan akhirnya hal yang tak bisa terhindarkan pun terjadi 

"BRAKKKK"
Scene 4 : Namanya riska 
Buyar sudah konsentrasi ni kepala, karena masih terngiang" suara marischa nan jauh di Tuban sana. 

Tanpa aku sadari, seorang gadis berpita merah putih lewat di depan ku, ke arah gerbang sekolah. Dengan segera ku banting setir my by cycle ke arah kanan. 

Karena dalam hati berfikir, lebih baik diri sendiri yang celaka daripada di suruh bayarin biaya rumah sakit anak orang. Namun malang tak dapat di tolak, apes sudah pasti iya saudara. 

Setir by cycle ku nyangkut ke tas gadis tersebut, dan sepeda ontel ku oleng hingga ngedrift dan menabrak gerbang masuk sekolah. "BRAKKKK " my ontel tercinta nyungsep bersama joki terhebat nya. 


"aduh" pekik gadis di sebelah ku ketika dia terjatuh di paving. 
Dia oleng 3x360 derajat(kayak gasing gan) hingga jatuh ke belakang dengan posisi terduduk. (kasihan pantatnya pasti sakit) 

Seketika itu pun aku berdiri tanpa mempedulikan keadaan diri ini atau pun my ontel tercinta . karena diri ini lebih peduli dengan keadaan gadis yang baru saja ku senggol jatuh. 
Namun ketika aku berdiri, ada sebuah pemandangan tak terduga yang bisa di sebut anugerah di balik musibah . Apa kahanan itu sodara".? 

Rok gadis tersebut terbuka karena posisi jatuhnya, dan dia pun tak sadar akan hal itu. 

"putih berenda bunga" gumam ku dalam hati. 

Ya sodara putih berenda bermotif bunga yang ada di balik rok tersebut, beserta paha putih mulus yg di tumbuh I bulu" halus. 

Namun aku tak sempat membayangkan kan apa di balik putih berenda tersebut, karena teringat kembali akan keadaan gadis tersebut. 

"mbak gak papa ta ".? Tanya ku pada gadis tersebut. 

" iya mas gak papa koq", lain kali hati-hati ya kalo naik sepeda "., Timpal gadis tersebut dengan sebuah senyuman yang mungkin dia maksud kan untuk sedikit mengurangi rasa ke khawatir an ku. 

" agus", sambil ku ulurkan kan tangan ku pada nya. 

"riska" jawab nya sambil menyambut uluran tangan ku. 

Setelah berkenalan singkat serta mengetahui nama masing", aku pun membantu dia untuk berdiri. 

Dan kita pun berjalan bareng, memasuki pelataran sekolah untuk segera memulai kegiatan mos aka masa orientasi siswa.
 Scene 5 : masa orientasi siswa
Diri ini lupa, dengan keadaan my ontel yang tergolek lemas tak berdaya, di atas paving. Karena saat itu yang ada dalam pikiran, adalah bagaimana keadaan gadis yang baru saja ku senggol. 

Secepat kilat menyambar, teringat lah diri ini dengan keadaan my ontel. Secepat kilat pula aku mencoba Mengangkat my ontel agar berdiri kembali. 


Karena tubuh ini juga babak belur seperti habis di hajar massa yang lagi demo, aku pun sedikit kesulitan membuat sepeda ku berdiri., melihat hal itu, hinata pun berjalan ke arah ku dan sedikit membantu ku. 

Tegak sudah my ontel berdiri dengan gagah nya, dengan bantuan riska juga sodara tentunya. 

"Makasih lho ta, jadi ngrepotin kamu juga aku nya ".? Ucap ku pada nya. 


" achhh gak papa kq gus", jawab nya di iringi dengan sebuah senyuman manis dari bibir indah nya. 

Aku Pun segera mengajak nya masuk pelataran sekolah, karena pembukaan mos mau di mulai. 
Hinata langsung menuju lapangan, karena tadi berangkat nya jalan kaki. 

Sementara aku menuju tempat parkir dulu untuk memarkir my ontel tercinta. 

Setelah my ontel terparkir, aku pun bergegas berlari menuju ke lapangan untuk menyusul hinata. 

"gus, sini" lambai an jemari tangan nya memanggil ku untuk memberi tahu tempat dia berada. 

"ohh iy ris, bentar " Jawab ku sambil jalan menuju tempat iya berbaris. 

Acara di mulai dengan sambutan dari kepala sekolah dan ketua osis. Aku dari tadi konsentrasi, karena di samping ku ada hinata. 

Gadis dengan 'putih berenda' yang masih saya teringat dalam fikiran ku. Tanpa terasa, pembukaan mos pun hampir mencapai klimaks nya. 

Sebelum acara berakhir, dewan guru memberi sedikit pengumuman agar para siswa menuju papan pengumuman terlebih dahulu. 

Di sana telah tertulis nama siswa serta pembagian kelas nya. Coba tebak sodara, apa yang tertulis di papan pengumuman. 

Agus kanade, anisa riska kelas 1c.aku satu kelas sama riska, gadis yang tadi pagi aku senggol di depan gerbang sekolah. 

Akhirnya aku pun jalan bareng dengan nya, menuju ruang an kelas 1 c.
Scene 6 : teman baru 
Aku pun sampai di ruangan kelas 1 c, sebuah ruangan yang berisikan manusia " yang tidak aku kenal, selain riska tentu nya. 

Karena tadi pagi sempat berkenalan lebih dulu dengan nya. 

Aku Pun segera memilih tempat duduk, aku pilih yang belakang dekat jendela. Karena posisi ini adalah favorit ku sejak smp. 

" boleh duduk di sini", sapa seseorang yang tidak aku kenal. 
"iya boleh silahkan Monggo kerso" Jawab ku sekena nya. 

"gatot " sambung nya sambil mengulurkan tangan. 

" agus " sambil ku sambut uluran tangan nya. 

Setelah dapat teman sebangku, aku pun ngobrol ngalor ngidul dengan haruto. Sementara riska, mengambil tempat duduk tepat di depan ku. 

Di tengah percakapan yang berlangsung, tiba" kakak" dari osis masuk ke kelas kami untuk menjelaskan agenda serta kegiatan mos selama 3 hari ke depan. 

Sebuah kelompok pun di bentuk. Aku, satu kelompok dengan riska, gatot, della dan vita. Teman sekelas yang belum aku kenal. 

"hay, aku vita", 

"agus " Jawab ku.

" kalo aku della", "agus" sambil ku jabat tangan nya. 
"hey,,, hey,,, hey, aku gak di ajak kenalan nih, masak agus doang ".? Tukas gatot seolah tak terima cuma aku saja yang di ajak kenalan oleh para gadis. 

" oh iya lupa kalo masih ada satu cowok lagi" jawab della dan vita serentak sambil di iringi tawa. 

"o iya ke lupaan, ini kenalin riska, korban tabrak lari ku tadi pagi " sambung ku sambil memperkenalkan riska pada gatot, vita serta della. 

" riska " ucap nya memperkenalkan diri. 

" hahhhhh, kq bisa jadi korban tabrak lari kamu" teriak gatot sampe ludah nya muncrat ke muka ku. 

"cerita nya panjang pokoknya " jawab ku setengah dongkol. 

Setelah berkenalan satu sama lain, mos pun di mulai. Para siswa dan anggota osis menuju luar ruangan untuk mengawali mos hari pertama.
Scene 7 : Senior yang baik hati 
Dengan masih penuh canda tawa, karena berkenalan dengan orang " baru, maka bergegas lah kami berlima menuju lapangan upacara. 

Di sini kakak" osis memperkenalkan dirinya masing". Ya karena cowok, gak aku gubris perkenalan dari osis tsb. Sampai tiba waktunya, seorang osis cewek memperkenalkan diri nya. 

"ana" ujar nya memperkenalkan diri. 

"mohon bantuannya kak" Jawab kami berlima serentak. 

Diam" aku mencuri - curi pandang ke arah kak ana. Dan tanpa aku duga, di saat yang bersamaan, mata nya menatap ke arah ku. 

Sumpah saat itu muka ku, murah padam. Karena malu ketahuan oleh kak shina. Kak ana ini secara fisik bisa di bilang seksi kalo tidak semok. 

Tinggi sekitar 160 dengan kulit kuning potongan panjang sebahu. yang jadi pusat perhatian ku adalah, sesuatu di balik logo osis nya. 

Baju seragam yang di pake nya, seperti kekecilan membungkus benda tersebut. cantik dan seksi, gumam ku dalam hati. Hingga akhirnya, bentak an dari osis cowok membuyarkan lamunan ku. 

Acara pertama di mulai dengan kegiatan standar, yaitu baris berbaris. Belum ada 15 menit, tiba" kepala ini terasa pusing dan dunia terasa berputar. 

Tak selang berapa lama, "brukkk" tubuh ku jatuh nyungsep lagi untuk kedua kalinya. 

gatot pun dengan sigap menangkap tubuh ku sebelum terhempas ke tanah. Sementara riska della dan vita hanya bingung melihat apa yang terjadi. 

gatot di bantu kak ana membopong ku ke ruang uks untuk beristirahat. 
Aku Pun di rebahkan di salah satu ranjang, dari beberapa buah tempat tidur yang ada di ruang uks

"dek, kamu balik adja ke teman " nya", biar disini kakak yang jaga in temen nya yang pingsan "

" iya kak, maaf ngrepotin " Jawab gatot. 

30 menit kemudian, aku pun membuka mata ku per lahan - lahan. 

" Adek udah bangun" tanya kak ana. 

"di mana ini kak" Jawab ku setengah sadar. 

"Adek tadi pingsan, sekarang ada di ruang uks. " Timpal nya menjelaskan. 

" iya kak, mungkin karena tadi pagi belum sarapan, aku jadi lemes " Jawab ku lagi. 

" Oalah, kakak bawa bento, bentar ya aku ambil dulu di kelas",! Ujar nya sambil berlari menuju kelas nya. 

Tak berapa lama kak ana pun kembali dengan sebuah kotak makanan. Di buka nya kotak makanan tersebut, dan di ambil satu buah roti tumpuk isi sayuran pada ku. 

"ini apa kak, kok roti tumpuk " di lapisi sayuran begini.? Tanya ku sambil memakan roti tsb. 

" ini sandwich dek, di buatin mama ku tadi pagi. Karena mama tahu hari ini aku jadi panitia osis ". 

" oh sandwich, Makasih ya kak". 

Kak ana pun cuma senyam senyum melihat ketidak tahuan ku. Maklum wong ndeso sodara. 

Hari pertama mos, ku lalui dengan istirahat di ruang uks. Dengan di temani kak ana tentu nya. 

Senior yang cantik, seksi, baik hati pula.
Scene 8 : Benih cinta yang mulai tumbuh 
tanpa terasa, 3 hari sudah masa orientasi siswa ini berjalan. di mana sore ini akan di adakan upacara penutupan di lapangan sekolah.

hubungan ku dengan gatot dkk pun semakin akrab,seperti selayak nya seorang kakak dengan adek nya.paman dengan keponakan nya,serta kakek dengan cucu nya

nah lho hubungan macam mana coba gado - gado kayak gitu. rasa bangga pun terbesit di pikiran ini,karena seiring mos yang berjalan, aku pun semakin dekat dan akrab dengan kak ana. saking dekat nya hingga iya sering berbagi bekal makan siang dengan ku.

namun tanpa aku sadari,ada satu sosok manusia yang kurang senang dengan keakraban ku tersebut. coba tebak sodara siapa dia????


ya anda salah,dia adalah gatot.(anjir ya pasti bukan lah,aku masih normal 1000% sodara). dia adalah riska.awal nya aku pun tak menyadari,gelagat dari riska. maklum lah, cowok lebih mengedepankan logika. berbanding terbalik dengan cewek yang lebih mengedepankan hati.

''ehemm....ehemmmb, cie yang lagi dekat sama kakak osis".?? ucap nya suatu siang saat jam istirahat.

''emang kenapa kalo dekat sama, kak ana."??
"hayo kamu cemburu yaaaaa"..! jawab ku menggodanya.


"ye nggak lah,mana mungkin aku cemburu sama cowok model kamu".? 
''pede tingkat dewa kamu gus'? tukas nya membela diri.

hingga seseorang lewat di depan kami berdua,dan tanpa sengaja mendengar percakapan kami berdua.

"hayo lagi ngomongin aku ya''? kak ana nyerocos tiba-tiba.

''eh ngggak,,ehh iya kak.".? jawab ku kayak azis gagap waktu di isengin sama sule.
'' yang bener yang mana niech,, iya apa nggak '.? seloroh kak ana meminta pembenaran dari ucapan ku.

" iya kak ana..."'? jawab ku malu"

di tengah pembicaraan ku asyik berdua,kami gak sadar kalo sedari tadi bertiga. riska yang merasa di cuekin pun pergi setelah kedatangan kak ana.

'' mau kemana,ris''? ucap ku ketika riska beranjak pergi dari tempat duduk nya.

'' bodooo,,buakan urusan kamu gus. urusin adja tuh kak ana kesayangan kamu."? jawab nya ketus sambil melangkah kan kaki pergi.


akupun seperti orang bodo tak mengerti situasi ,sampai kak ana menegur ku dalam kebengongan ku.

'' eh gus, si riska kayak nya cemburu aku dekat sama kamu''.? timpal kak ana menjelaskan apa yang mungkin tlah terjadi.

'' kok bisa sich kak.''? jawab ku dengan tampang bloon bin cupu.

" ya mungkin dia ada rasa mungkin sama kamu."' ya udah kamu pikirin dulu gy,aku mau balik ke kelas lagi.,, bye agus'? ucap kak ana sambil balik ke kelas nya.


aku yang masih kepikiran dengan ucapan kak ana tentang perasaan nya riska padaku,masih terbengong tanpa menghiraukan keadaan dimana kak ana telah sampai di kelas nya.
karena diri ini tak yakin,riska yang cantik,supel serta salah satu murid terpintar waktu tes mausk, bisa suka sama cowok kayak aku ini.
Scene 9 : Mungkin dia juga...

selepas jam istirahat selesai, aku pun bergegas kembali ke kelas. karen sebentar lagi pelajaran akan segera di mulai.namun di dalam kelas, riska mengacuhkan ku. sehingga tanda tanya besar semakin menggelayuti diri ini.

'' ris,,ris kamu kenapa koq diemin aku.''? tanya ku sambil goyang" tempat duduk nya riska.

" ssstt,,waktunya belajar gus ,jangan berisik ''.? jawab nya dengan sinis.

aku pun tak berani lagi tuk melanjutkan percakapan tadi dengan nya. entah kenapa hati ini merasa bersalah karena tadi pas istirahat tak menganggap sama sekali kehadiran riska,saat kak ana datang di tengah percakapan kami berdua.

jam - jam pelajaran pun terlewati,tanpa pikiran ku bisa konsentrasi ke stiap mata pelajaran.
bel pulang pun berbunyi,,dan riska bergegas pulang tanpa sempat ku berbicara sepatah kata pun dengan nya.

30 menit ku kayuh sepedah ku menyusuri jalanan kota bojonegoro. sebuah kota kecil yang belum terlalu banyak kendaraan bermotor yang berlalu lalang menggerus aspal yang baru saja di bangun oleh pemda setempat.

begitu sampai rumah,ku hempaskan diri ini yang lelah ke atas dipan yang ada di ruang tamu.
selang beberapa lama hp ku pun berbunyi...

'' tut...tutt...tut...utt...

setengah malas ku buka pesan dari seseorang yang bernama "marischa"

"assalamualaikum kak agus"'? tulis nya menyapa ku.

"walaikum salam chas."'.! jawab ku selanjutnya.

" koq sombong sich kak gak pernah sms atw telfon icha lagi." balas nya lagi dengan emot cemberut.

'' oh,,,iya maaf cha, seminggu ini aku sibuk ikutin mos,serta awal semester pertama.

'' embhhh,,, iya dech kak, aku juga baru kelar mos seminggu yang lalu''.? balas nya lagi.

'' mank kamu sekolah di man.''? tanya ku pada nya.

" sman 2 bojonegoro kak."? jawab nya.


'' wah kita kapan" ketetmuan ya cha, soal nya aku sekolah d sman 1."'?
balas ku.

"' oh iya kak, aku juga pengen ketemu sama kak agus.'? jawab nya yang kini dengan emotikon senyuman.

karena hari sudah semakin sore,aku pun inisiatif untuk menyudahi acara sms an dengan icha.
rasa gelisah ku tadi siang,sedikit terobati dengan adanya sms dari icha. palimg tidak masih da seseorang yang peduli sama diri ini...
Scene 10 : hati yang mulai mencair 
Seminggu sudah gue di kacangin sama si riska. Selama seminggu itu pula gue gak liat batang idung nya kak ana. 
Di telan bumi mungkin tuh orang. 

Hingga akhirnya gue putuskan bahwa gue hari ini harus ngomong 4 mata sama dia. Gue harus minta maaf dulu, bagaimana ke depannya gue pikir belakangan. 

"risiko, gue mau ngomong ama lu penting ".? Cegat gue ketika dia mau istirahat ke kantin. 

" ngomong in apa sich Gus, gue laper nich. ".? Jawabnya ketus. 

Namun diri ini masih sabar pemirsa, karena gak mau terpancing emosi. Karena hubungan gue bakal semakin jauh kalo emosi yang terpancing. 

" dengerin penjelasan ku dulu ris".? setelah itu terserah lo mau benci gue atau pun mau puasa ngomong ama gue. (puasa model baru pemirsa,, hahaha.) 

" ya udah, kalo gitu ke perpustakaan, gak enak dengar anak-anak kalo ngobrol di sini". jawab nya melunak. 

Dia pun terlebih dulu membeli 2 bungkus roti yakisoba , karena bilang nya udah lapar. Sementara gue langsung menuju perpustakaan karena emang tadi puasa. 

"ris, " lambai ku dari kejauhan ketika riska memasuki ruang perpustakaan. 

Dia pun berjalan ke arah ku, sambil membawa bungkusan roti yakisoba di tangan kanan nya.

" mau ngomong apa lu Gus ".? Ucap nya memulai pembicaraan. 

" ris, maafin gue ya buat kejadian tempo hari " balas ku sambil kedua tangan ku dalam posisi biksu tong sambil bilang amitaba., ya Ă©nggk lah. 

Sambil bilang maaf tentu nya. Dan tanpa gue duga", di pegang nya tangan ku ini sodara '", sebuah jemari yang lembut nan hangat menggenggam erat jemari gue yang kasar dan nggrogal (biasa pegang cangkul sama sabit sodara di rumah).  

"agus, lu gak perlu minta koq, karena gue sebenarnya gue yang salah".! Jawab riska yang semakin membuat ku bingung. 

" kok bisa elu yang ris. "? Jawabku dengan lugu nya. 

" jujur ya Gus, hati ini gak suka lihat lo dekat sama orang lain. Di tambah lagi lo kacangin gue waktu itu, sapa coba yang gak sebel".? Jawa nya panjang lebar kali tinggi menjelaskan. 

"ris, gue gak ada papa koq sama kak ana".? 

" bener Gus lu gak ada papa sama kak ana".? Tanya dia dengan wajah penuh ke ingin tahu an. 

" iya ris demi Allah".? Jawab ku meyakinkan nya. 

" ya udah kalo gitu, gue maafin lu, tp lu maafin gue juga y gus".! Jawab nya cengengesan. 

" iya gue maafin , senyum dunk ris, jangan di lipat tuh wajah cantik mu, jelek tau "

" achhh agus apaan sich "? Jawab nya tersipu malu Sambil memukul mukul bahu ku. 

" aduh...duh.. Duh, sakit riska ",! Masak lu pukul bahu gue. 

" habis nya lu gombal sich gus" hehe Jawab nya ketawa. 
Dan kita pun tertawa lepas bersama. karena masalah udah selesai, gue pun segera mengajak riska kembali ke kelas. 

Karena jam istirahat sudah hampir selesai dan jam pelajaran pun di mulai
Scene 11 : Bunga indah yang lain

tak teras sebulan sudah gue jadi siswa sma. dimana hari" gue di penuhi dengan canda tawa.
namun tak tak jarang konflik juga bisa terjadi hanya karena ke slaah pahaman belaka.seperti yang baru " ini gue alami sama nabila.

07 juli ,07.30. gak tau kenapa hari ini gue males banget buat mengikuti mata pelajaran di kelas.mata gue ngantuk berat,seolah - olah tak mau di ajak kompromi.

'' gus,bangun woyy,sekolah malah tidur'' gatot membangunkan rasa kantuk ku.

'' ngantuk banget gue tot,sumpah biarin gue tidur bentar nap."".?? jawab ku membela diri.

''iya tuh gus apa kata gatot,mending lu ke belakang buat cuci tuh muka kusut loch.''? tukas vita membela pernyataan gatot.

" eh gus lu taunggak...'.? tanya gatot setengah terpotong.

" tahu apa tot.''? jawab ku sambil berdiri untuk bergegas ke belakang mencuci muka di kamar mandi sekolah.

tak butuh lama ,aku balik dari toilet,karena mank pada dasar nya ada toilet yang tidak begitu jauh dari kelas yang gue tempati.

" hari ini katanya da siswa baru pindahan dari kota surabya.''? kata gatot menyambung pertanyaan nya yang sempat terputus tadi.

' ngapain dia pindah pindah kemari."? jawab gue asal .

'' mana gue tau kampret.''?jwab si gatot dengan nada setangah dongkol.

tal berapa lama,guru dari bagian ke siswaan datang ke kelas ku. di belakang nya seorang murid dengan gaya rambut kuncir kuda mengikutinya.,bu guru pun mempersilahkan murid tersebut untuk memperkenalkan diri.

'' aprilia nawang sari."'? ucap murid tersebut memperkenalkan dirinya.

setelah itu bu guru pun menyuruh nya untuk memilih tempat duduk yang kosong. kebetulan tempat tersebut berada di sebelah kiri bangku ku, iya dia sebangku sama vita.karena mank dari awal pelajaran vita duduk sendiri. di karenakn jumlah murid yang ganjil.

dia pun berjalan menuju bangku tersebut., saat dia lewat di depan ku,di lemparkan nya sebuah senyuman manis kepadaku,.aku pun membalas senyuman tersebut,di mna tanpa ku sadari riska mengawasi tiap gerak gerik bola mataku.

'' aprilia '' ucap nya memperkenalkan diri kepada ku.

'' agus ''. jawab ku sambil meyambut uluran tangan nya.

saat itu pelajaran pun segera di mulai.
Scene 12 : hubungan yang semakin akrab

''kringggg'' bel tanda pelajaran berakhir pun berbunyi. gue segera merapikan buku-buku pelajaran dan segera bergegas ke tempat parkir untuk mengambil sepedah.

pas menuju pintu gerbang sekolah,gue berpapasan dengan april yang juga mau pulang ke rumah. dia pun menyempatkan diri untuk menyapaku.

'' sampai ketemu lagi besok gus''.? ucap nya sambil berlari menuju mobil jemputan yang sudah sedari tadi menunggunya di depan sekolah.

'' iya pril, hati" di jlan.''.? jawab ku membalas sapaan nya.

aku pun mengayuh sepedah ku bareng siswa" lain yang kebetulan mengambil jalur yang sama dengan ku. belum 10 meter ku kayuh sepedah ku,kak ana mencegat laju sepedah ku dengan tiba''.

untung saja rem sepedah ku masih pakem,jadi gue gak sampe nubruk dia.

'' ada apa kak''.? tanyaku kepada nya.

'' maaf gus ngagetin kamu, ada yang mau aku omongin bentar.'' jawab nya.

'' iya kak gpp,tap agus bawa sepeda niech,smentara kak ana pulang nya jalan kaki '' .

'' lu bonceng gue adja gus gimana,,tenang adja gue gak berat koq."'

'' emang kak ana mau apa aku bonceng pake spedah''.? jawab ku setengah gak percaya dengan tawaran nya.

'' mau lah gus,mank knapa kalo gue lu bonceng naek sepeda'', dah gy buruan,'' ujar nya sambil menempatkan pantat nya di boncengan belakang sepeda gue.

dalam perjalanan pun, gue gak konsen dalam mengayuh sepedah. bagaimana tidak,kak ana mengalungkan lengan nya di pinggangku sambil berpegangan dengan erat. keringat panas dingin,mengucur membasahi baju putih abu-abu gua.

setelah 15 menit berlali,yang berasa seperti 15 jam bagi gue, kami pun tiba di depan rumah kak ana. sebuah rumah bertingkat dua ,dengan tembok ber catkan warna putih. rumah nya begiru asri, dengan di hiasi air mancur serta kolam kecil di bawah nya. kak ana pun mengeluarkan kunci pagar dasri dalam tas seko0lah nya.

'' koq sepi kak rumah nya,''.? ku lontarakn pertanyaan itu karena melihat rumah nya dalaqm keadaan kosong. sambil otak gue berfikir'' gimana niech kalo gue cuma berduaan sama kak ana di rumah sebesar ini,,bisa ada setan liwat nantinya ''. gumam ku dalam hati.

'' mama ada dinas keluar kota gus,sedangkan cindy mungkin lagi tidur siang kalo jam segini.( cindy,nama adek perempuan kak ana).
'' bibi biasanya beres"' di dapur bis masak buat makan siang." ucap nya panjang lebar.

'' kalo papa nya kmna kak.? jawab ku asal ceplos. dia pun tertegun sebentar, sebelum keluar jawaban yang sebenarnya menyesal gue untuk bertanya pada nya.

'' papa ku meninggal karena sakit jantung gus,waktu aku masuk smp.''? jawab nya dengan wajah merah merona karena sedih teringat kenangan akan papa nya.

'' maaf kak,agus gak tahu,,maaf sekali lagi maaf."' ku ulangi perkataan yang sama karena merasa tak enak hati.

'' ayo silahkan masuk,masak bengong di depan pintu gini. ntar di kira nya gue bukan tuan rumah yang baik lagi."' jawab nya sambil di iringi senyuman.

'' ofgh iya kak.''! jawab ku singkat. 
kami pun bergegas,masuk ke rumah dan segera menuju ke ruang tamu. gue pun di persilahkan duduk oleh kak ana.

'' mau minum apa gus."' kata nya menawari.

'' air putih adja kak gpp,tapi kalo0 ada es jeruk juga boleh.''? jawab ku ngarep.

'' tunggu bentar ya gus ''.! jawab nya sambil berjlan menuju arah dapur.

tak sampe 10 menit, dia pun kembali dengan dua buah gelas minuman yang di letakkan nya di atas nampan. di berikan nya satu gelas untuk ku.

" ni gus es jeruk nya.'' sambil dia sodor kan itu gelas.

'' makasih lho kak,maaf jadi ngrepotin.''.? jawab ku pura" gak enak. padahal dalam hati ngarep banget tuh minuman, karena cuaca hari itu cukup panas menyengat.

'' gus ,lu mau gak jadi guru privat adek gue,cindy." to the point dia bicara alasan kenapa ingin ngobrol dengan ku.

" guru privat kak."

"' iya guru privat,karena kakak lihat nilai ujian masuk kamu masuk lima besar,jadi kakak fikir kamu siswa yang cerdas''.
''tenang adja koq gus,pasti ada sandwich koq kalo kamu mau."' goda nya waktu aku pingsan dulu yang di kasih sandwich waktu pingsan dulu.

'' iya dech kak,kalo mank kak ana fikir agus mampu melakukan nya.''

'' nah gitu donk gus,kan kakak jadi ada temenya.''

"' lho koq gitu koq"' balasku sambil terbengong dengan ucapan nya kak ana.

'' jujur ya gus,sejak papa ku meninggal kakak rindu kasih sayang dari seorang cowok."'

" lha pacar kakak dimana,'' tanya ku padanya.

" panjang gus ceritanya, lain waktu kaka ceritain''.

setelah setuju untuk mengajar privat adik nya,guie pun pamit pulang sama kak ana.karena hari telah menjelang sore,dan matahari pun hampir tenggelam di ufuk barat...
Scene 13 : Hubungan yang lain 
buru" ku kayuh pedal sepeda gue. Karena mak di rumah pasti khawatir dengan anak nya yang cakep nya gak ketulungan. (haha bohong banget bro). 

Tepat adzan magrib berkumandang, gue tiba di rumah. Mak gue pun stand by, di teras bareng ma ibu - ibu tetangga samping rumah. 

"dari mana le, kq maghrib baru pulang". 

" tadi ada urusan bentar di rumah teman" jawabku 
" habis ngelayap dari rumah pacar nya mungkin jeng" celoteh tetangga gue. 

Kampret ni ibu" nyerocos adja tuh mulut, kagak pernah di sekolah kan apa", gerutu ku dalam hati. 

" ya udah mandi dulu sana le, makan malam nya di dapur. Jangan lupa sholat maghrib." 


" nggeh bu" Jawab ku sambil meletakkan sepeda di ruang belakang. 

Selesai mandi dan sholat maghrib, gue pun menuju dapur untuk bersantap makan. Cacing dalam perut gue udah pada konser minta segera di isi. 

Selepas makan, gue pun belajar tentang materi yang akan di ajar kan besok. Hingga tak terasa waktu menunjukkan pukul 9 malam. Gue pun bergegas tidur, karena tak mau besok telat berangkat sekolah. 

Adzan subuh berkumandang di toak mushola dekat rumah. gue pun bergegas bangun untuk menunaikan ibadah shalat subuh berjamaah di mushola. 

Jam 06.45 gue tiba di sekolah, begitu banyak siswa" dari kelas yang lain pun berdatangan. Sebuah mobil pun ikut berhenti di depan pintu gerbang sekolah. Pak sopir pun turun duluan dan membuka kan pintu penumpang yang ada di belakang. 

Seorang gadis cantik, manis, berkulit putih, keluar dari mobil. Ya dia lah aprilia, siswa pindahan sekaligus teman sekelas ku. 

Gue pun segera menuju ke tempat parkir. Dan bergegas masuk ke dalam kelas karena takut terlambat. 

Di tengah perjalanan, gue pun berpapasan dengan april. 

"mau ke kelas ta gus". 

" iya pril, karena bentar lagi bel masuk berbunyi " jawab ku. 

" ya udah kalo gitu kita barengan adja" bales nya sambil memegang dan menarik tangan ku agar bergegas mengikuti nya. 

Bagai kerbau di cocok hidung nya, gue pun nurut adja di gelandang oleh april. Sementara itu, di dalam kelas riska Gatot vita dan della pun kaget melihat kedatangan ku barengan dengan aprilia di sertai dengan bergandengan tangan. 

Dari ke semuanya, tentulah riska yang paling kaget. Karena dy seseorang yang dekat dengan ku saat ini, selain kak ana tentunya.
 Scene 14 : Kebahagiaan yang terenggut
Dengan malu" gue pun berjalan mengikuti aprilia. Sampai saat di mana gue dan dia masuk ke dalam kelas, seisi kelas terperangah dengan kedatangan kami berdua. 

" ciee yang gandengan tangan " vita dengan gaya nya yang ceplas ceplos menggoda kami berdua. 

" ehh,, nggak koq. Si agus tadi jalan nya lelet, jadi gue tarik adja biar dia gak telat masuk kelas " april pun berkelit membela diri.

Setelah sampai di tempat duduk gue, gue pun melepaskan gandengan tangan april di tangan ku. Beberapa menit kemudian, guru pun datang untuk memulai pelajaran jam pertama. 

" Kampret lu gus, anak baru langsung lu embat " ucap Gatot padaku setengah berbisik pada ku. 
" di embat bagaimana maksud lu tot". 

" itu buktinya, tadi pagi elu masuk kelas sambil gandengan tangan sama dia"... 

" kan tadi lu dah dengar alasan dia gandeng tangan gue".? 

" kalo lu juga mau, besok gandengan sono sama truk" hehe. 


" wedhus lu gus, lu kira gue tronton apa "

Karena sedari tadi ngobrol sama Gatot, gue gak nyadar kalo guru memperhatikan tingkah polah kami berdua. 

" itu bangku nomer dua dari belakang kalo masih ribut, mending keluar saja " pak Guru pun memarahi kami berdua. 

" syukurin km gus" ejek riska padaku. Sementara aprilia cuma tersenyum melihat gue sama Gatot kena semprot dari guru. 


Jam pelajaran pun di lanjutkan setelah gue sm Gatot tenang. Sementara gue sm Gatot sendiri diam tak berkutik membatu seperti patung. Tentu saja kita takut kena semprot untuk kedua kalinya. 

"kring" kring. Bel jam istirahat pun berbunyi. Para siswa menyambut nya dengan semangat 45,karena sedari tadi berkutat dengan buku dan pena. Riska della vita sm Gatot bergegas menuju kantin duluan. Sementara gue janji ntar nyusul mereka bertempat. 

Namun di seberang sana, ku lihat aprilia duduk termenung seperti sedang memikirkan sesuatu. karena dia sangat baik pada ku, gue pun memberanikan diri untuk menegur nya

" kamu Nggk ke kantin kayak anak" lain ta pril ". Tanya ku pada nya. 

" nggak gus gue pengen disini adja, kalo mank lu mau ke kantin, pergi adja, dr pd ntar di tunggu I'm temen lu. 

" gak papa pril, gue temenin lu adja kalo gitu di sini ". 

" Makasih ya gus" dah peduli ma gue ". 

" sama-sama kq pril, kita kan teman " jawabku sambil tersenyum pada nya. 

" gus gua boleh tanya sesuatu nggak sama elu.? 

" tanya apa pril, kalo bisa pasti aku jawab". 

" kalo di pilih uang atau keluarga, lu pilih mana ". 

" wah pertanyaan yang sulit itu pril, tapi kalo karena uang waktu ku dengan keluarga jadi terbuang, ya gue pilih keluarga. Karena uang bukan segalanya pril". 

" nah itu dia gus yang gue rasain saat ini, ortu gue sibuk sama pekerjaan masing ", gue di pindah kesini pun karena ikut pekerjaan mereka." 
" padahal gue, ini masih butuh mereka gus, kasih sayang mereka, perhatian mereka ". 

" kalo tahu kayak gini, mending gue gak punya orang tua saja " ucap nya sambil menitik kan air mata. 

" lu jangan ngomong gitu pril, mungkin tujuan mereka hanya ingin membahagiakan lu"

" orang tua mana yang tidak ingin kebahagiaan untuk anak nya" jawabku menenangkan dia

" kalo gini bukan kebahagiaan yang gue dapat, gue selalu kesepian, gue gak punya teman " Jawab nya sambil semakin deras air mata yang mengalir di pipinya. 

" pril, mulai sekarang gue janji, gue akan jadi teman lu, gue akan selalu ada Buat elo " jawabku sambil menyeka air mata di pipinya. 

" Makasih ya gus, elu dah care ma gue dah mau hibur gue, gue lebih merasa baikan sekarang setelah cerita sama lu "

Karena mendengar curhatan aprilia, Tak terasa jam istirahat pun usai, aprilia menyempatkan diri ke toilet untuk membersihkan air mata nya. Sementara gue baru teringat akan nyusul riska dkk. 

Wahhh bakal kena omel lagi nich gue...
Scene 14 : Cowok cewek

setelah gue meminta aprilia buat cuci muka ke belakang, gue pun berinisiatif untuk sms Gatot, bahwa gue gak bisa menyusul mereka karena suatu urusan. Tentu saja gue gak bisa bilang kalau urusan tersebut berhubungan dengan aprilia. Bagaimana kalo mereka mendadak kena serangan jantung. (haha) 

Namun belum sempat gue klik send, Gatot udah nongol duluan balik ke kelas. Di ikuti della vita dan riska di belakang nya. Akhirnya niat ku pun gue urung kan, lha orangnya ada di dekat gue, ngapain gue sms segala. 

"" eh wedhus, kemana adja lu tadi, gue tungguin sama anak2 di kantin kagak nongol ". 

" sorry tot gue tadi urusan bentar ". 

" hahhhhh, ada urusan.? Sejak kapan lu jadi sok sibuk gitu "

" tadi kak ana manggil gue, les privat nya dapat di mulai hari ini sepulang sekolah ".! Jawab ku bohong. 

" elu jadi guru privat kak ana gus.? Koq bisa ".? tukas della menimpali. 

" ya gak lah Dell, gue jadi guru privat Cindy, Adek nya yang masih kelas 6 Sd " jawabku masih dengan kebohongan. 

Riska dan vita hanya bengong melihat percakapan kami bertiga. sementara itu april pun telah Kembali dari toilet. Wajah nya yang tadi nya. sembab , kini berubah jadi segar kembali. saat dia sampai di depan bangku ku, di lempar nya sebuah senyuman pada ku. 

Gue pun membalas senyuman manis dari nya, sementara riska agak Gk dengan kedekatan ku sama aprilia. tak terasa jam sekolah pun berakhir. Dan gue pun bersiap - siap untuk segera pulang ke rumah. 

Di luar kelas ternyata kak ana menunggu ku, dia bertanya apa les privat nya bisa di mulai hari ini apa belum. Karena da riska dkk yang bisa mendengar obrolan kami, gue pun mengiyakan. karena tadi gue terlanjur ngomong dengan Della seperti itu. 

Gue pun segera beranjak menuju parkiran, sementara kak ana menunggu ku di pintu gerbang sekolah. Gue pun milih jalan bareng dia, karena takut kalo boncengan sm dia. Tiba" sebuah motor Satria berhenti dan mencegat laju langkah kami berdua. Seorang cowok dari sekolah lain turun dari moto tersebut. 

" elu yang namanya agus kanade" tanya cowok tersebut. 

" iya gue agus kanade" jawabku ku bloon. 

" dasar brengsek love " sambil bogem mentah melayang ke muka gue sebelah kiri. 
Karena Gk da persiapan, gue pun kehilangan keseimbangan dan terjatuh. 

" salah gue apa mas " 

" elu udah deketin ana cewek gue" sambil bogem mentah melayang lagi ke muka gue. 
Ehmbb, mati gue. Karena kak ana gak pernah bilang kalo dia dah punya cowok. 

" Andi sudah, apa2 in sih lu" kak ana melerai kami berdua. 

Karena tuh cowok emosi nya dah naik ke ubun", dia jadi gelap mata. Kak ana yang melerai kami pun kena sasaran amuk dia hingga tubuhnya nya terpelanting ke samping dan terjatuh. Melihat hal itu, naluri kepahlawanan gue pun muncul. Gue langsung berdiri dan seketika itu pula gue pegang kerah baju tuh cowok. 

"eh tong, elu boleh adja pukulin gue. Tapi lu jangan main kekerasan sama yang namanya cewek. Kalo lu berani main tangan dan nyakitin kak ana, gue bakalan habisin elu". 

Melihat reaksi spontan gue, ciut juga nyali tuh cowok. sementara siswa lain datang untuk membela kami berdua. 
" udah mas pergi adja, kalo ndak ntar kita laporin guru dan satpam sekolah" gertak siswa" tsb. 

" awas lu, tunggu pembalasan gue" ancam nya sambil berlalu pergi dengan motor nya. 

Gue yang udah babak belur gini, cuma bisa menahan sakit. Dan gue pun di ajak kak ana segera ke rumah nya untu mengobati luka2 ku... . . .
Scene 15 : Les privat yang gagal

sambil di bopong kak ana, gueberjalan dengan tergopoh-gopoh. sesekali gue pegangi kedua pipi gue yang bengkak setelah kenan bogem mentah.rasa nyeri gue rasakan amat sangat.karena ini pertama kalinya gue kena pukul di muka gue.

perjalanan ke rumah kak ana terasa sangat lama,tentu saja karena keadaan gue yang babak lebur.namun karena hari ini hari pertama gue ngelesin adek nya gue mau tidak mau mengikuti ajakan nya.

25 menit berlalu, dan gue pun sampai di kediaaman kak ana.lebih lama 10 menit dari biasanya waktu tempuh dari sekolah ke kediaman nya kak ana.

bergegas kak ana membunyikan bel,karena dia lagi membantu gue,dia gak bisa membuka pagar sendiri seperti biasanya.bibi yang mendengar pun bergegas berlari ke arah pintu depan.karena biasanya kak ana membuka pintu pagar sendiri.

'' lho ini teman nya kenapa non,koq muka nya babak belur kayak gini.''

'' ceritanya panjang bi,ntar adja di dalam saya ceritain.'' jawab nya sambil membopong tubuh ku masuk ke dalam rumah nya.''

'' maaf ya gus elu jadi babak belur kayak gini gara'' nolongin gue.''


'' iya kak gak papa koq,udah kewajiban seorang cowok buat melindungi seorang cewek.''

'' cowok kasar tadi, pacar nya kak ana ta.'', koq dateng tiba'' gitu langsung marah dan nonjok muka gue.

'' bukan pacar gus,mantan pacar ,tapi dia gak terima karena gue putusin.''

'' dia pikir gue putusin karena gue deket sama lu,makanya lu kena tonjok dari nya.''

'' maaf ya gus lu jadi terlibat sama urusan gue''

kampret ni mantan pacar nya kak ana.masak main nonjok anak orang seenak perut nya.untung adja gue masih sabar,,kalo nggak udah gue laporin ke polisi tuh orang karena kasus penganiayaan.  gumam ku dalam hati.

setelah gue di persilah kan duduk di ruang tamu,,kak ana bergegas pergi ke kamar nya untuk mandi dan berganti pakaian. tak selang berapa lama,dia pun keluar dengan handuk melingkar di tubuh nya.

indah betul pemandangan yang gue lihat. kulit kuning langsat bersih tanpa da nya cacat.gue pun gak kuasa untuk menahan ludah,sampe lupa bahwa gue juga bonyok. kak ana yang tahu ku perhatikan,cuma mngumbar senyum saja sambil berlalu menuju kamar mandi.

bunyi shower, gemericik terdengar di telinga ku.gue bayangkan gimana tubuh kak ana yang sedang tak tertupi sehelai benang pun.15 menit kemudian, kak ana pun keluar dari mandi. rambut panjang nya yang terurai basah,semakin membuat nya tambah seksi

'' hayo gus liahatin apa lu'' godanya karena sedari tadi gue memperhatikan tiap lekuk tubuh nya.

'' ehh nggakk,,,anu,,itu lho kak''..jawab ku gelagapan.

'' apa an sich gus''..jwab nya pura-pura gak tahu.

'' kak ana cantik,dan ini pertama kali nya gue lihat kak ana dengan tampilan kayak gini.''..jawab ku malu"

kak ana pun hanya tersenyum dan tersipu malu mendengar penjelasanku.dia pun segera berjalan ke kamar nya untuk mengganti baju. tak butuh waktu lama dia pun keluar dengan memakai tank top hitam dengan bawahan rok corak bunga se lutut. cantik sekali wanita ini,pikirku.

kak ana pun menyusul ku ke ruang tamu.tak lupa dia mengambil beberapa obat dari kotak p3k yang emang sudah di persiapkan sebelum nya.

'' gimana gus luak mu.''.. tanyan nya sambil membersihkan bekas luka ku dengan kapas yang di bahasi alkohol.

'' aduh sakit kak,,perih.'' teriak ku spontan.

'' iya gus maaf.''

ketika kak ana sedang mengobati ku,adek nya cindy turun dari lantai atas,mungkin dia baru bangun tidur melihat kondisi rambut nya yang acak-acak kan.

'' pacar baru kak ana ya.'' timpal nya nyerocos di depan kami.

'' bukan cin,dia adik kelas kakak di sekolah. dia ini ntar yang jadi guru privat kamu.''

'' ogh gitu ya,tapi koq muka nya babak belurgiytu sich kak,,kenapa''.?

'' abis dipukul sama kak andi cin tadi,makanya jadi babak belur gini.''.!

'' kak andi jahat ya kak,maka nya cindy gak suka waktu kakak jadian sama dia.''

gue yang orang luar,cuma melongo melihat percakapn dua kakak adik tersebut.sampai akhirnya ana memperkenalkan gue sama adek nya

'' eh gus ampe kelupaan,nich kenalin adek gue cindy.''?

'' cindy kak '' ujar nya memperkenal kan diri.

'' agus dek .'' balas ku.

''kak agus cakep juga ya,pantes kak ana bisa jadi dekat sama kakak.'' dengan ceplas ceplos dia bilang.

'' cindy juga cantik koq,,gak kalah cantik sama kakak nya,'' jawab ku malu.

ana pun cuma tersipu malu dengan ocehan adik nya. karena melihat keadaan ku yang babak belur,ana memutuskan bahwa les privat nya di tunda dulu,sampe keadaanku lebih baik. cindy pun setuju dengan pendapat kakak nya.

selepas adzan ashar,gue pun pamitan sam cindy dan kak ana, karena gue takut pulang terlambat dan di gosopin ibu-ibu kayak kemaren-kemaren...
Scene 16 : Rutinitas 
tak sabar diri ku ini menatap hari esok. Menjalani apa yang harus di jalani. Serta melangkah kemana arah kaki ini mengarah. Ku buka kedua mata ku pagi ini. Tak lupa rasa syukur ku panjatkan atas rahmat illahi. 

Sesekali rasa nyeri masih terasa di kedua pipi ku. Namun aku pun sadar rasa ini mungkin tak sesakit rasa sakit hati nya kak ana. Tak seperih rasa sakit hati nya aprilia yang kurang mendapat kan kasih sayang dari kedua orang tua nya. Aku Pun tak bisa menyalahkan merekka, karena pasti setiap manusia punya alasan serta pembenaran atas segala sesuatu yang di lakukan nya. 

Sayup-sayup kudengar bunyi sapu yang beradu dengan tanah. Sebuah benda kecil yang menurut sebagian orang ttk penting, namun dapat membuat sebuah perubahan besar. Sebuah benda mati yang mengajar kan arti sebuah kebersamaan kepada kita yang hidup. 

Ku tengok ibu ku sedang menyapu samping rumah, sebuah keadaan dimana tiap pagi penuh dengan sampah dari daun yang jatuh dari pohonnya. Kadang terlintas di pikiran ku untuk menebang semua pohon yang ada di sekitar rumah ku, karena dengan begitu ibu ku tidak perlu membersihkan daun nya yang jatuh berguguran. 

Namun tak jarang pikiran tersebut lenyap begitu saja, menghilang tak berbekas bagai hujan yang jatuh di tengah samudera. Dalam hati ini juga berfikir, toh pohon pohon tersebut memberikan sebuah manfaat. Sebuah manfaat yang kadang kita manusia makhluk yang paling sempurna di antara makhluk makhluk ciptaan Nya yang lain, lupa untuk mensyukuri nya. 

Yah sudah tak ada gunanya aku memikirkan ini semua terlalu lama. Dengan langkah gontai, ku paksakan tubuh ini untuk segera memulai aktivitas. Perlahan tapi pasti, satu demi satu rutinitas ku di pagi telah selesai ku jalani. 

Rutinitas yang lain pun telah menunggu ku, karena waktu tak kan berhenti walaupun cuma satu detik saja. 

" assalamualaikum bu" sambil ku cium punggung tangan ibuku. 

" walaikumsalam le, hati - hati di jalan, jangan di paksain kondisi badan kamu "

" aku Baik-baik saja bu, lagian sudah dua hari ini saya ijin tidak masuk " Jawab ku sambil ku kayuh sepeda ini dan menjauh dari pandangan ibu ku. 

Untung lah gue punya orang tua yang pengertian. Beliau tidak langsung marah dan memvonis ku bersalah. Terlebih dulu mereka dengar penjelasan dari ku dan mencari letak kebenaran nya dimana. Beruntung mereka tak memperpanjang masalah ini, karena aku yakin mereka tahu ini hanya kesalah paham an saja di antara anak-anak muda. 

Waktu yang berjalan pun terasa begitu cepat,. Nampak di depan ku gapura dengan pintu besar yang bertulis kan sman 1 bojonegoro. Hal ini pun menandakan bahwa gue telah sampai di sekolaah. 

" hutf akhirnya sampai juga di sekolah " sambil ku menghela napas. 

Gue pun segera turun dari sepeda dan berjalan melewati tanah berpaving yang tersusun dengan rapi. Seperti tentara yang berbaris saat apel pagi,. Ku bilang demikian karena sepupu ku anggota angkatan darat dan berdinas di jakarta saat ini. 

Dari jauh ku lihat sesosok gadis melambaikan tangannya pada ku. Dalam hati pun penuh tanda tanya besar. Siapakah gerangan gadis tersebut. Semakin cepat ku langkah kan kaki ini, dan semakin jelas siapa gadis tersebut. 

Seorang gadis yang tak mungkin ku lupa kan paras dan raut wajah nya. Seorang gadis cantik yang ramah nan baik hati,....
Scene 17 : Gatot sialan 
siapa dia gerangan, pikiran tersebut berkecamuk dalam hati ku. Tak ingin terlalu larut dalam tanda tanya besar, ku percepat langkah ku agar jawaban yang masih ngambang atas pertanyaan yang terlintas di pikiran ku segera ku dapatkan. 

Aprilia, ya aprilia. Sosok yang sedari tadi menunggu kedatangan ku di dekat tempat parkir. Ku pandangi gadis cantik yang kini tepat ada di depan ku sekarang ini. Tak bosan di umbar nya senyuman manis nya padaku. 

Achhh engkau memang cantik aprilia. Sungguh beruntung kelak cowok yang dapat meluluhkan hati mu. Tanda tanya dalam pikiran ku, belum bisa hilang begitu saja. Kenapa gadis ini tiba" menunggu ku.? Sejak kapan dia menunggu ku.? Apa dua hari ini dia juga menunggu kedatangan ku kesekolah.? 

Pertanyaan - pertanyaan tersebut serasa memenuhi isi kepala ku. Achhh sudahlah lah, kenapa tak ku tak tanya kan pada nya. Jelas - jelas sekarang dia berdiri di depan mata ku. 


" agus kemana adja dua hari ini " sapa nya membuyarkan lamunan ku. 

" gue di suruh ibu istirahat di rumah pril. " sambil ku tunjukkan kedua pipi ku yang masih tertutup i plester. (hansaplast ciyee, murah meriah) 


Secara reflek, di pegang nya dagu ku. Wah ada apa ini, apa Ntar aku dapat tambahan porsi nih sekarang di gampar sama si april. Bisa makin ancur nich muka ku yang ancur nya 11:12 sama andika kangen band 

" elu gak papa " kan gus" sambil di pegang dan d arah kan kanan kiri muka ku yang cakep  

" gak papa koq pril. "? Jawabku nyengir. gak papa pale lo bau menyan udah tau muka ku bonyok kayak gini ijin gak masuk dua hari pula (tentu saja cuma dalam hati mengatakan nya) 

" ya udah kita buruan masuk ke kelas kalo gitu" sambil bertolak pinggang, di langkah kan kaki jenjang nya masuk kedalam kelas. 

Aku pun mengikuti langkah nya dari belakang. Sesekali ku pandangi tubuhnya dari
Belakang. Duh aprilia, indah banget sich tubuh kamu. Woy, pagi-pagi udah ores adja lu (teriak diri ku yang satu lagi) ores(otak ngeres) 

Aku pun langsung duduk begitu sampai di dalam kelas. Ku lihat di samping ku Gatot hanya nyengar nyengir melihat keadaan muka ku. Kampret ni anak pasti lagi melompat kegirangan melihat penderitaan ku. 

Entah mengapa pagi ini aku merasa malas untuk mengikuti jam pelajaran. Ku selonjor kan kepala ku di atas meja. Dengan beralaskan lenganku sendiri, aku pun mulai memejamkan mata. Tak lupa ku berpesan pada Gatot untuk membangun ku jikalau ada guru yang memanggil ku. 


"" gus,,, gus bangun gus " ku dengar suara seseorang di telinga ku, sambil di goyang - goyang kan nya tubuh ini. 

" apa sich tot, udah waktunya pulang ya " tanpa seinchi pun ku gerakkan kepala ini. 

" yeee koq Gatot sich gue april tau ". 


Hah april, mampus aku. Pasti dia ngelihat pas aku lagi tidur tadi. Lagian si Gatot kemana lagi, udah bilang buat bangun in aku kalo ada apa apa. Tuh anak satu mank gak bisa banget buat di andelin. 

" eh elu pril, sorry tadi gue gak ngelihat ". 

" lu udah makan gus,.? Temenin gue ke kantin mau gak.? 

" ayuk, kebetulan gue juga mau beli makan siang "

Jadi lah aku jalan berdua sama aprilia ke kantin. Dalam hati ku, tak habis habis rasa kekesalan ku sama Gatot. Bagaimana tidak ku percaya untuk menjagu tubuh ku ketika jiwa ku melanglang buana ke alam mimpi, ehh malah di tinggal gitu adja. 

Kalo misalnya jiwa ku gak balik tubuh ku lagi, gimana jadi nya coba ya udah pasti mati lah bro gue  


Di kantin banyak sudah kerumunan manusia. Entah itu buat makan, atau entah untuk sekedar Melepas lelah. 


Clingak clinguk kesana kemari ku pandangi tempat duduk yang kosong. Rame banget ini kantin, ada diskon gedhe gedhean menu makanan apa. Tiba" april menarik tangan ku untuk ikut bersama nya. Jangan tangan ku pril, hati ku pun boleh koq kamu tarik ulur. Kyak layangan adja. 


Rupanya dia menemukan satu meja yang masih kosong. Pergi lah kami berdua ngobrol di sana. Dan tanpa ku duga sama sekali, aprilia menyampaikan sesuatu hal yang kelak akan mengubah jalan hidup ku bersama nya...... 
Scene 18 : Aku sayang kamu

hari ini aku jadi pusat perhatian di kantin sekolah. bagaiman tidak, siswa pindahan dari surabaya yang begitu cantik,duduk satu meja berdua dengan ku. ku lirik sekeliling ku,,pandangan pandangan menyeramkan membuat diriku ingin lari saja dari kantin tersebut. mati adja lo, ngapain berduaan sama tuh cewek. mungkin itulah yang ada di benak cowok - cowok yang saat itu duduk di samping kanan dan kiri meja ku.

oh Tuhan betapa beruntung nya diri ku ini. kau ciptakan seseorang yang spesial untuk menemani hari hari ku. aprilia pun melihat daftar makanan yang terletak di papan belakang ibu kantin menjajakan jajanan nya. setelah memilih milih, pilihan nya jatuh pada bakso dengan es jeruk dengan minum nya.


hehhh,,bakso dan es jeruk. ni anak doyan juga sama makanan yang beginian. aku pikir dia hanya makanan yang bernama pizza beserta teman teman nya yang dari eropa sono. aku pun memilih menu yang sama dengan nya. ibu kantin segera membuat pesanan kami,dan meminta kami untuk menunggu sebentar.

'' agus,,koq lu kemaren - kemaren gak bilang bilang sich kalo lagi sakit pas sakit.''

'' gimana gue mau bilang pril, kejadian nya adja gak gue rencakan ''. ya jelas adja brother mana ada orang yang merencanakan dirinya sendiri buat bonyok babak belur. kalo nggak otak nya miring tuh orang.

'' di samping itu pril,gue gak tahu nomer lo,,gimana mau kasih kabar ke alu nya coba.''

di keluarkan lah tuh hp dari saku baju seragam nya,. gue pun rela jadi hp tersebut asal di masukkan ke dalam kantong baju nya aprilia 

''nomer lu berapa gus,biar gue mudah hubungin elu kalau terjadi apa-apa lagi dengan lu.''
yang bener adja brother,mank ni anak pengen aku celaka lagi apa, ampe doain kalo terjadi apa apa lagi dengan ku.
'' lho lu pengen gue celaka lagi ya pril, ampe sgitunya bilang nya.''

'' iyaa...ehh nggak nggak gitu juga kali gus, maksud gue,biar gue mudah adja berkomunikasi ama elu.''

bilang dari tadi kenapa pril,aku kan sempet kesel waktu lu bilang kayak gitu. masak lu tega bener doain gue celakanya. tapi aku yakin kamu gak sejahat gitu orang nya.

'' gus gue boleh jujur nggak sama elu.''?

'' boleh adja koq pril, dari pada lu berkata bohong sama gue.'' jawa ku cengengesan.

'' nggak tahu ya gus, selama dua hari lu nggak ada ,gue merasa kesepian. mank sich masih ada temen temen lain,,tapi nggak tahu kenapa beda adja kalo nggak ada loe. nggak ada loe nggak rame (korban iklan )

'' gue sendiri juga bingung sama perasaan gue ini gus,secara gue baru satu bulan kenal sama elu. elu juga teman pertam gue di kota ini.''

'' ntah persaan apa ini namnya,tapi yang gue tahu "GUE SAYANG ELU''


dengggg...hampir adja jantung ku copot mendengar apa yang di ucap kan aprilia. dengan polos nya dia ucapakan apa yang menjadi isi hatinya,apalagi di depan seorang cwok.aklo itu aku,jujur udah pasti nyaliku langsung ciut tak berani mengungkap kan nya.

'' nggak salah pril apa yang lu bilang tadi .''? masih gak percaya brother dengan apa yang barusan di ucap kan nya.

'' iya gus beneran gue gak bohong. gak untung nya buat gue bohongin gue. terserah lu mau bilang gue iini cewek gampangan atau apa karena ngungkapin perasaan duluan,gue terima dengan senang hati.,tapi rasa sayang gue tulus dari hati gue yang paling dalam. gue mau lo ada disanping gue,gue mau lu temani gue dalam menjalani hari hari gue yang singkat.''

yang singkat,,ya itulah ucapan dari nya yang tak pernah ku mengerti. samapi pada saat nya nanti aku tahu kebenaran nya sendiri. sebuah kenyataan pahit yang sampe sekarang masih membekas dalam fikiran ku.

diri ku diam seribu bahasa mendengar ucapan serta keinginan nya yang begitu keukeuh. mulut ini seolah terkunci, dah di kunci nya udah di buang ke dalam daleman yang dia pake brother,. ngawur ya nggak lah,di buang ke dalam samudera.
april menjadi salah tingkah dalam kediaman ku. sebuah kekhawatiran nampak terpancar dari raut wajah nya.

'' gus maafin gue ya tiba tiba ngomong gitu ke elu.''

'' gue cuma pengen,elu tahu perasaan gue yang sesungguh nya ke elu.elu nggak harus menjawab rasa tersebut sekarang. elu bisa jawab rasa gue tersebut saat elu yakin bahwa jawaban tersebut adalah satu jawaban ter baik dari dalam lubuk hati mu.

astagfirullah. pengertian baik ini anak,dia tak memaksakan kehendak nya pada orang lain,.dia juga pikir kan apa yang terjadi pada orang tersebut sebagai akibat dari tindakan apa yang dia lakukan.

'' elu gak perlu minta maaf koq pril. gue cuma kaget adja dengar ucapan lu tadi.jujur ni yang pertama buat gue."

ya itu yang pertama buat ku,.karena selama ini aku kurang memperdulikan hubungan yang lebih dekat dengan lawan jenis. tentu saja bukan karena aku suka sesama jenis,aku bukan maho brother,aku masih cowok tulen yang suka sama cewek.

'' pril gue bahagia banget dengar apa yang elu ucapin. gue gak nyangka adja ada cewek secantik elu bisa suka sama gue.''

'' dan gue pun pengen elu tahu satu hal.??

'' bahwa sesungguh nya gue juga......
Scene 19 : Aku sayang Kamu
hari ini aku jadi pusat perhatian di kantin sekolah. bagaiman tidak, siswa pindahan dari surabaya yang begitu cantik,duduk satu meja berdua dengan ku. ku lirik sekeliling ku,,pandangan pandangan menyeramkan membuat diriku ingin lari saja dari kantin tersebut. mati adja lo, ngapain berduaan sama tuh cewek. mungkin itulah yang ada di benak cowok - cowok yang saat itu duduk di samping kanan dan kiri meja ku.

oh Tuhan betapa beruntung nya diri ku ini. kau ciptakan seseorang yang spesial untuk menemani hari hari ku. aprilia pun melihat daftar makanan yang terletak di papan belakang ibu kantin menjajakan jajanan nya. setelah memilih milih, pilihan nya jatuh pada bakso dengan es jeruk dengan minum nya.


hehhh,,bakso dan es jeruk. ni anak doyan juga sama makanan yang beginian. aku pikir dia hanya makanan yang bernama pizza beserta teman teman nya yang dari eropa sono. aku pun memilih menu yang sama dengan nya. ibu kantin segera membuat pesanan kami,dan meminta kami untuk menunggu sebentar.

'' agus,,koq lu kemaren - kemaren gak bilang bilang sich kalo lagi sakit pas sakit.''

'' gimana gue mau bilang pril, kejadian nya adja gak gue rencakan ''. ya jelas adja brother mana ada orang yang merencanakan dirinya sendiri buat bonyok babak belur. kalo nggak otak nya miring tuh orang.

'' di samping itu pril,gue gak tahu nomer lo,,gimana mau kasih kabar ke alu nya coba.''

di keluarkan lah tuh hp dari saku baju seragam nya,. gue pun rela jadi hp tersebut asal di masukkan ke dalam kantong baju nya aprilia 

''nomer lu berapa gus,biar gue mudah hubungin elu kalau terjadi apa-apa lagi dengan lu.''
yang bener adja brother,mank ni anak pengen aku celaka lagi apa, ampe doain kalo terjadi apa apa lagi dengan ku.
'' lho lu pengen gue celaka lagi ya pril, ampe sgitunya bilang nya.''

'' iyaa...ehh nggak nggak gitu juga kali gus, maksud gue,biar gue mudah adja berkomunikasi ama elu.''

bilang dari tadi kenapa pril,aku kan sempet kesel waktu lu bilang kayak gitu. masak lu tega bener doain gue celakanya. tapi aku yakin kamu gak sejahat gitu orang nya.

'' gus gue boleh jujur nggak sama elu.''?

'' boleh adja koq pril, dari pada lu berkata bohong sama gue.'' jawa ku cengengesan.

'' nggak tahu ya gus, selama dua hari lu nggak ada ,gue merasa kesepian. mank sich masih ada temen temen lain,,tapi nggak tahu kenapa beda adja kalo nggak ada loe. nggak ada loe nggak rame (korban iklan )

'' gue sendiri juga bingung sama perasaan gue ini gus,secara gue baru satu bulan kenal sama elu. elu juga teman pertam gue di kota ini.''

'' ntah persaan apa ini namnya,tapi yang gue tahu "GUE SAYANG ELU''


dengggg...hampir adja jantung ku copot mendengar apa yang di ucap kan aprilia. dengan polos nya dia ucapakan apa yang menjadi isi hatinya,apalagi di depan seorang cwok.aklo itu aku,jujur udah pasti nyaliku langsung ciut tak berani mengungkap kan nya.

'' nggak salah pril apa yang lu bilang tadi .''? masih gak percaya brother dengan apa yang barusan di ucap kan nya.

'' iya gus beneran gue gak bohong. gak untung nya buat gue bohongin gue. terserah lu mau bilang gue iini cewek gampangan atau apa karena ngungkapin perasaan duluan,gue terima dengan senang hati.,tapi rasa sayang gue tulus dari hati gue yang paling dalam. gue mau lo ada disanping gue,gue mau lu temani gue dalam menjalani hari hari gue yang singkat.''

yang singkat,,ya itulah ucapan dari nya yang tak pernah ku mengerti. samapi pada saat nya nanti aku tahu kebenaran nya sendiri. sebuah kenyataan pahit yang sampe sekarang masih membekas dalam fikiran ku.

diri ku diam seribu bahasa mendengar ucapan serta keinginan nya yang begitu keukeuh. mulut ini seolah terkunci, dah di kunci nya udah di buang ke dalam daleman yang dia pake brother,. ngawur ya nggak lah,di buang ke dalam samudera.
april menjadi salah tingkah dalam kediaman ku. sebuah kekhawatiran nampak terpancar dari raut wajah nya.

'' gus maafin gue ya tiba tiba ngomong gitu ke elu.''

'' gue cuma pengen,elu tahu perasaan gue yang sesungguh nya ke elu.elu nggak harus menjawab rasa tersebut sekarang. elu bisa jawab rasa gue tersebut saat elu yakin bahwa jawaban tersebut adalah satu jawaban ter baik dari dalam lubuk hati mu.

astagfirullah. pengertian baik ini anak,dia tak memaksakan kehendak nya pada orang lain,.dia juga pikir kan apa yang terjadi pada orang tersebut sebagai akibat dari tindakan apa yang dia lakukan.

'' elu gak perlu minta maaf koq pril. gue cuma kaget adja dengar ucapan lu tadi.jujur ni yang pertama buat gue."

ya itu yang pertama buat ku,.karena selama ini aku kurang memperdulikan hubungan yang lebih dekat dengan lawan jenis. tentu saja bukan karena aku suka sesama jenis,aku bukan maho brother,aku masih cowok tulen yang suka sama cewek.

'' pril gue bahagia banget dengar apa yang elu ucapin. gue gak nyangka adja ada cewek secantik elu bisa suka sama gue.''

'' dan gue pun pengen elu tahu satu hal.??

'' bahwa sesungguh nya gue juga......
Scene 20 : indah pawa waktunya 
kebahagiaan terbesar seseorang, adalah dapat bersatu dengan seseorang yang di cintai nya. Bunyi salah satu karya terbesar para pujangga. Namun sayang nya, sampai saat ini belum terwujud dalam hidup ku seperti apa yang tertulis di atas. 


Rona bahagia terpancar dari raut wajah ku. Hati ini pun terasa melayang jauh ke langit ke tujuh trus jatuh lagi. Sumpah pasti sakit banget itu bro. 

Ku pandangi gadis cantik yang kini tepat berada di depan mata ku. Dari raut wajahnya seperti tertulis sebuah harapan tinggi tuk dapat bersama dengan orang yang di cintai nya. Aku. ya aku. Aku lah harapan gadis tersebut. 

Dalam hati ini tumbuh beribu ribu rasa keraguan. Keraguan apakah diri ku sanggup untuk mewujudkan harapan nya. Tak pernah henti henti nya pikiran tersebut berkecamuk dalam pikiran ku. 

Beradu satu dengan rasa suka serta cita mendengar apa yang di ucapkan nya. 

" gue sayang elu gus". 

Begitu lah kata gadis tersebut. Sebuah kalimat sederhana namun mengandung sejuta makna. Kalo tanpa pertimbangan, bisa dengan mudah ku jawab " gue juga sayang sama elu". 

Namun diriku bukanlah tipikal seseorang yang grusa grusu dalam mengambil sebuah keputusan yang teramat sangat penting. Butuh pemikiran matang akan segala konsekuensi dan resiko yang nantinya akan ku dapat ketika memutuskan untuk memilih satu keputusan tersebut. 

"gue seneng banget dengerin apa yang elu ucapan. Karena jujur ni pertama kalinya ada cewek yang ngunggkapin perasaan nya ke gue secara langsung". 

" jujur pril gue juga bingung sekaligus takut. Gue bingung mesti ngapain, ini sebuah keadaan yang gak pernah gue alamin sebelumnya." 

" sementara gue juga takut gak bisa bahagiain elu, gue gak bisa jadi seseorang yang elu inginkan, tapi gue juga pengen elu tahu perasaan gue ke elu saat ini". 

"GUE JUGA SAYANG BANGET SAMA ELU". 


Awan yang mendung itu pun tak mampu lagi menahan air yang akan tumpah. Jatuh sudahlah air mata nya mengalir dengan deras nya. Berleak leok menelusuri tiap pori di wajah cantik nya. 

" Makasih gus elu juga sayang sama gue. Rasa yang gue alamin ini tak bertepuk sebelah tangan, karena di saat yang elu juga punya perasaan yang sama ke gue" . 

" gue gak butuh elu seperti yang gue inginkan. Gue lebih suka elu yang sekarang, gue lebih nyaman sama elu yang saat ini ada di depan gue. Gue pengen elu jadi diri sendiri." 

Begitu teduh hatiku mendengar perkataan nya. Mengalahkan sejuk nya setetes air hujan di padang gurun yang gersang. Setitik embun yang menempel di ujung daun yang mengering. 

Bibir ini telah mengucap rasa yang sama kepada nya, dan hati ini pun telah menerima rasa yang begitu menyejukkan jiwa. 

" tapi gue gak bisa jadi kekasih lu sekarang pril. Gue butuh waktu, waktu buat gue dapat membagi perasaan ini dengan mu. Waktu yang gue butuh kan untuk dapat menjadi kan kita bersatu sebagai sepasang kekasih". 

Sedikit kekecewaan terukir jelas di wajah nya. Mungkin dia juga berfikir terlalu cepat bagi nya untuk mengungkap kan perasaan nya yang sesungguhnya. 

" iya gus gue terima keputusan lu. Karena gue juga ingin memantap kan hati ini. Sebuah hati yang benar benar tulus mencintai kamu." 

Sebuah kedewasaan yang di miliki gadis kelas satu sma. Sebuah kedewasaan yang kadang tak di miliki orang secara usia lebih tua dari nya. Seseorang yang tidak bisa menerima keputusan orang lain. Hingga membuat orang tersebut jatuh ke dalam jurang yang bernama emosi. 

Suasana di sekitar kantin semakin tak mendukung. Sesekali ku rasakan seperti ada hawa membunuh yang menghujam dengan keras ke tubuhku bagai pedang. 


Bakso yang tadi hangat, berubah menjadi dingin seperti manusia tak bernyawa. Es di dalam gelas pun kini telah mencair, memenuhi ujung gelas. Ku seka air mata gadis yang ada di depan ku. 

Ku berikan dorongan semangat kepadanya. Sebuah semangat yang dapat menjadi pondasi dari tiap tiap pilar harapan yang di miliki nya. Air mata itu pun terjatuh Semakin deras mengalir dari sumber nya. Tak kuasa mata ini menyaksikan nya. Seolah air mata ini juga ingin jatuh tak terbendung. Aku genggam jemari lembut tangan nya. Ku yakinkan bahwa ini bukanlah lah akhir dari segalanya. 

Justru ini hanyalah titik awal untuk kehidupan lain. Karena segala sesuatu niscaya kan Indah pada waktunya..! 
Scene 21 : Les privat 
ketika kau menyayangi seseorang bukan bagaimana engkau bisa memiliki nya, tapi bagaimana engkau akan membahagiakan nya. Mudah bagi tiap orang untuk sekedar gue sayang elu, gue cinta elu dan sebangsanya. 

Namun hal itu terasa tak mudah bila kita di hadapkan pada sebuah tanggung jawab yang akan kita pikul nantinya. 

Ku kumpul kan segenap keberanian dalam diriku. sebuah keberanian dalam mengambil keputusan yang menyangkut hidup orang lain. Walau keberanian ini masih sebatas ujung kuku. Waktu akan mengajarkan aku segala nya. 

Menjadikan ku sekokoh batu karang yang tak pernah beranjak dari tempat nya Meski di hempaskan gelombang tiada hentinya. 

Terkumpul sudah keberanian ku yang cuma seujung kuku ini. Namun sudah lebih dari cukup untuk jadi batu pijakan atas apa yang akan aku lakukan nanti nya. 

Ku seka air mata yang seakan tak mau berhenti mengalir dari sumber nya itu. Namun rasa nya itu belum cukup untuk menghapus segala kesedihan dalam hatinya. Ntah lah apakah itu air mata kesedihan atau pun air mata kebahagiaan. 

" april sudah donk jangan nangis, gue jadi gak enak di lihat in anak anak yang lain" . Tentu saja brother di sekeliling ku tak ada habisnya tatapan membunuh. 

" gue nangis bukan karena gue sedih gus. Gue nangis karena gue bahagia. gue bahagia karena ada cowok yang memikirkan perasaan gue ampe segitu nya. Dan tersebut elu gus, cowok yang sekarang begitu dekat dalam jangkauan tatapan mata ku". 


Butuh waktu lama bagi ku untuk membujuk april untuk berhenti menangis. Sampai aku tak sadar bahwa jam istirahat sebentar lagi akan habis. Mulut ku pun sudah tak nafsu makan lagi. Cuma 3 teguk es jeruk yang ku minum, sebagai obat untuk mengurangi dahaga yang menyerang kerongkongan ku. 

" ayuk pril balik ke kelas". 


Ku gandeng tangan aprilia agar mengikuti langkah ku. Semakin laju ku langkah kan kaki ini, semakin erat pula tangan nya menggenggam tiap tiap jemari ku. Perasaan ku masih bercampur aduk menjadi satu. Sejenak biarlah otak ini untuk beristirahat. 

" dari mana lu gus, di cariin kak ana tadi".. ucap riska ketika ku sampai di ruangan kelas dan duduk di bangku ku. 

" dari kantin ris sama april tadi. Mank da keperluan apa kak ana mencari ku.".? 

" tau, lu tanya sendiri adja sama orangnya nya sana ".. Jawab nya sinis. 

Ini anak kenapa lagi sich. Malah menambah beban dI fikiran ku yang tadi nya berat malah jadi semakin berat. april pun menangkap gelagat yang tak biasa dari sikap riska ke pada ku. Mungkin dia lebih peka karena sama sama seorang cewek. 


Menit demi menit berlalu, dan jam demi jam pun berjalan secara berurutan. Aku lihat jam dinding yang menggantung di samping ruangan kelas ku. 13.30.ini menandakan bahwa snya jam pelajaran telah usai. Bu guru pun mengakhiri pelajaran dengan doa terlebih dulu. Di himbau nya pula agar para murid segera pulang ke rumahnya masing masing. 


Aku pun segera bergegas ingin pulang ke rumah . Ku rapikan buku buku serta perlengkapan belajar yang sedari tadi berserakan diatas meja. Ku lihat april pun telah selesai membereskan buku buku pelajaran nya. 

Ku berani kan diri untuk mengajak nya pulang bersama. Dia pun mengiyakan ajakan ku. Tanpa ragu segera ku gandeng tangan nya. Seolah tangan ini tak mau melepaskannya. Namun apa daya Baru beberapa meter ku melangkah kan kaki, kak ana datang menghampiri ku. Buru - buru ku lepas pegang an tangan ku, karena malu bila terlihat oleh kak ana. 

" agus, aku ada perlu sebentar sama kamu, ada waktu nggak. ".? 

April yang mendengar ucapan kak ana, memohon diri untuk pamit duluan. Aku cuma bisa mengiyakan. Seolah seperti kehilangan, langkah nya semakin jauh dan akhirnya lenyap dari pandangan ku. 

Karena aprilia udah pergi, aku pun ke tempat parkir untuk mengambil sepeda. Sementara kak ana telah jalan lebih dulu dan menunggu ku di pintu keluar. Urusan yang tadi kak bilang, ternyata perihal kesepakatan ku yang akan jadi guru privat Adek nya. Karena cindy nanya in terus kenapa dua hari ini aku gak dateng ke rumahnya. 

Ketiga kalinya. Yaaa inilah ketiga kalinya ku injak kan kaki di rumah ini. Dari kejauhan, samar samar ku lihat cindy sedang bermain dengan pembantu nya. 

" assalamualaikum " 

" walaikumsalam, eh kak agus. Masuk kak ". Ucap cindy menjawab salam ku. 

Aku pun segera masuk ke ruang tamu. Sementara kak ana ku lihat udah menghilang gitu adja masuk ke dalam kamar nya. 

" minum apa mas" bibi menawari minuman. 

" apa adja boleh koq mbak ". Bibi pun langsung nyelonong masuk ke dalam dapur dan membuatkan aku minuman. 

Kak ana keluar ikut gabung sama kami berdua. Rupanya dia lama karena mandi dan berganti pakaian terlebih dulu. 

" hari ini mulai apa dulu nich les nya. " tanya ku pada cindy. 

" matematika adja kak, pelajaran itu yang menurut cindy sulit, kak ana adja payah kalo soal matematika. 

Kak ana hanya senyam senyum mendengar ocean adik nya. Dua jam lebih waktu yang ku lewati bersama dua orang kakak Adek ini. Sesekali terdengar riuh tawa dari kami bertiga,. Tanpa sadar air mata kak ana pun menetes., melihat apa yang terjadi dengan Kaka nya, cindy hanya terbengong saja. 

Karena ku tanya dia tak apa apa, aku pun pamitan untuk segera pulang ke rumah. Tak lupa kak ana memberikan nomer telefon nya. Dengan begitu kita akan lebih mudah berkomunikasi bila ada perlu. 

Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit, aku pun sampai di rumah. 

"tuttt tuttt.. Tuttt tuttt tiba tiba saja hp ku berbunyi...
Scene 22 : Topeng Monyet 
ku kayuh sepeda ku dengan segenap tenaga yang tersisa. Peluh lelah dan cucuran keringat, aku anggap sebagai penyejuk. Ingin ku segera sampai ke rumah. Segera sampai di tempat di mana ku menemukan kedamaian serta perlindungan di dalam nya. 
" tuttt tuttt tuttt tuttt". Bunyi hand phone yang berada di saku celana ku. 

Siapa gerangan yang menghubungi ku sore sore gini. Achhh sudahlah Tak ku indah kan dering bunyi tersebut, karena ku pikir ku buka saja nanti. Sambil lalu aku masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah ku saksikan ibu telah menanti ku dengan mimik wajah penuh kekhawatiran. 

Namun tak berapa lama kekhawatiran itu hilang bagai di tiup angin dan terbang membumbung tinggi jauh ke angkasa ketika ku lontar kan sebuah salam. Melihat kepulangan ku yang tiada kurang suatu apapun, kecuali separuh hati ku yang ku persiapkan untuk membalas rasa cinta dari aprilia. 

Alhamdulillah. begitulah kata yang keluar dari mulut ku. Bagaimana tidak, Setelah seharian berkutat dengan aktivitas yang begitu menguras tenaga dan pikiran ku, kini datang tiba waktu ku untuk beristirahat. 

Segera ku langkah kan kaki menuju kamar ku, perut ini terasa penuh setelah tadi makan masakan ibu sehabis mandi. 

" Tung Tung Tung, tung tung tung, tung tung tung tung.... ".! 

" halo iya, ini sapa ya ".. Ku angkat telepon yang berbunyi dengan lantang nya. 

" hemb gitu ya, gak kenal sama suara gue ". 

Bentar bentar. Dari manja manja nya kayak nya aku kenal sama pemilik ini suara. 

" eh april ya. Maaf ya nomer kamu belum aku kasih nama kontak, jadi aku gak tau kalo itu kamu.. "jawab ku cengar cengir. 

" hemb gitu ya kamu, oke fine kalo mank gitu sikap kamu ke aku. "

" lho lho lho bentar, koq kamu malah ngambek gini sich pril.. ".. 


" gimana aku gak ngambek coba gus. Aku sms gak kamu bales. Aku telepon malah kamu bilang siapa ini,. kesel gue gus sama kamu hutf. " mungkin ni anak sambil memalingkan muka waktu bilang 'huft'. 

Pembicaraan terputus begitu saja. Rupanya april benar benar marah dengan reaksi ku. Sehingga dia langsung menutup telepon di tengah tengah pembicaraan yang sedang berlangsung. 

Ya sudahlah,.. Mungkin besok pagi aku minta maaf pada nya di sekolah. Dari pada itu lebih baik aku untuk segera tidur. Sebab tubuh ini udah tak mampu lagi tuk bergerak. 


Pukul 06.00 pagi aku berangkat ke sekolah. Aku sekarang berangkat lebih pagi tiap harinya. Hal ini ku lakukan untuk memperbaiki citra diri ku. 

Karena aku punya rencana untuk menjadi anggota dalam pemilihan anggota baru osis yang akan dimulai beberapa minggu lagi. 

Sampai sudah diri ku di sman 1 bojonegoro. Di depan gerbang sekolah , rupanya aprilia telah sampai terlebih dahulu dan menunggu kedatangan ku. Sementara ku lihat, mobil yang biasa mengantarkan nya telah menghilang entah kemana. 

Dengan sebuah senyuman ku datang i aprilia sambil ku tuntun sepeda ku. Namun apa yang aku dapat pemirsa.? Di layang kan nya pukulan ke tubuhku secara bertubi tubi. 

Secara reflek aku menangkis serangan nya. Hingga yang terjadi saat ini ada lah tangan ku menggenggam tangannya. Segera ku tekuk lutut ku yang sebelah kanan. 

" maaf kan aku pril ".. Kata ku saat itu. 

Di sambut nya permintaan maaf ku dengan ucapan maaf pula. Karena terlalu fokus sama aprilia, aku tak menyadari kalo kelakuan ku menjadi tontonan murid - murid lain yang hendak memasuki pelataran sekolah. 

What's the you'rs eyes ripped ni orang - orang. Di pikir aku topeng monyet apa, pake di lihatin segala. Aprilia yang sadar dirinya jadi bahan tontonan, cuma tersenyum sambil berlalu pergi meninggalkan aku sendiri bersama rasa malu ini. 

Samar samar ku lihat satu sosok yang ku kenal di antara puluhan manusia yang menyaksikan adegan aku syuting sama aprilia. Sosok tersebut hanya memandangi ku dengan kebisuan yang membatu. 

Ntah apa yang di pikiran nya saat ini. Sebab saat ini Aku juga tak bisa merangkai kata kata walau hanya sekedar untuk menyapa nya. Tak ingin terlalu larut terjebak dalam suasana yang membeku ini, aku pun berdiri untuk melangkah menghampirinya. 

Namun dia pergi bersama tatapan dingin nya, tanpa terucap satu kata pun yang keluar dari bibir nya. Semakin lama, keberadaan nya semakin jauh dan menghilang di antara deretan siswa yang berlalu lalang...
Scene 23 : Dilema 
masih terpaku dalam kediaman yang membisu. terjebak alunan waktu waktu yang se akan akan tak mau berjalan. dobrak,dobrak lah dinding waktu yang membeku dalam kebuntuan tersebut.

mulut ini terkunci dengan begitu rapat nya,.seolah tak ada sepatah kata yang mau keluar meski hanya sekedar untuk bilang ''hai.''.. dinding hati ayng bernama keangkuhan itu pun tak kalah tebal nya. dengan dingin nya di tinggalkan nya diri ku tanpa ada sepatah kata yang terucap dari mulut nya.

ada apa ini.ada apa. kenapa semakin hari sikap nya sikap menunjukkan permusuhan dengan ku. seolah olha aku ada lah minyak yang tak dapat menyatu dengan diri nya yang sebuah air. apa kah ada yang salah dengan ku.


''kringgg..''. bel masuk membuyarkan lamunan ku. ahhhhh fakkk ,pasti kena omel lagi karena diriku. padahal dari rumah segala sesuatu nya telah ku siapkan dengan begitu sempurna. namun apa ayng ku lakukan terasa sia sia dan tak berguna bila mendapati bahwa kenyataan diri ku kini telat lagi.

ku langkahkan kaki ku secepat kilat menyambar yang di iringi dengan dentuman petir. nampak di depan, guru bahasa inggris sedang berjalan ke arah kelas ku. semakin ku percepat langkah ku dan berlari mengeja nya,agar diriku dapat mendahului nya masuk ke dalam kelas.

alhamdulilah masih sempat. guru itu pun cuma terbengong melihat maksud dan tujuan dari tindakan ku yang berlari mengejar dan mendahului nya..aku tepat duduk di bangku ku sebelum jam pelajaran di mulai. gatot hanya geleng geleng kepala, keheranan dengan tingkah polah ku. sementara di seberang sana april sedang memperhatikan ku.di lemparkan nya sebuah senyuman, dengan bilang ''hap,lalu ku tangkap ''. 

ingin ku ngobrol dengan riska,. ingin ku tanyakan apa yang menjadikan sikap nya dingin pada ku tadi pagi. namun itu semua hanya sebatas keinginan,,sebab ia telah larut dengan kesibukan nya sendiri di dalam kelas. istirahat,,..ya istirahat,,aku harus bicara dengan nya saat istirahat nanti.


begitu lama ku menanti waktu jam istirahat,.detik demi detik berjalan dengan begitu lambat nya. begitu menguji kesabaran dalam diri ku. sesekali riska juga menolah ke belakang,,mana kala mata ini tak lagi memandang ke araahnya.

setelah sekian lama menunggu,.akhir nya waktu tersebut datang juga. dengan segera aku berdiri dari tempat duduk ku. ku titi langakah untuk berjalan ke tempat duduk nya. di pandangi wajah ku,..namun dengan dingin nya dia paling kan wajah tersebut.

'' aku pengen ngomong sama kamu. itu pun kalo kamu ada waktu buat orang seperti ku ris ''. ucap ku sambil berlalu per gi meninggalkan tempat duduk nya.

tanpa ku duga di hentikan nya langkah ku. tangan ku di genggam dengan begitu erat seakan dia tak mau melepaskan nya.

'' oke,sekarang mari kita ke taman.,gak enak kn kalo ngomong di sini.''

ku ikuti kemauan nya.kan ku ikuti kemana pun kemana kaki nya langkah, meski pun hanya untuk sekedar mendapat penjelasan dari nya. dalam perjalanan,,tak henti henti nya ku berfikir apa yang nanti akan ku bicarakan dengan nya.

'' kamu tadi pagi kenapa bersikap gitu sama aku.'' ku mulai obrolan pagi itu di taman.

'' aku gak kenpa npa gus. ada apa emang nhya''. jawab ny dengan sebuah kebohongan.

'' kamu bohong ris,,ada sebuah kebohongan dari kata yang kamu ucap kan. kalo kamu gak ada apa apa,kenapa sikap mu jadi sedingin gitu ma aku.

tiba tiba dinding pertahanan nya jebol. air mata nya tertumpah dengan begitu deras nya. di pukul pukulinya tubuh ku dengan tsekuat tenaga nya yang menurutku tak seberapa.

'' kamu jahat gus sama aku. kamu tadi pagi ngapain sama april sampe berlutut begitu .'' kamu gak pernah mengerti dan sadar akan perasaan yang selama ini aku pendam ke kamu.''

''perasaan,perasaan apa ris yang kamu maksud.'' 

'' perasaan aku perasaan aku yang....

''achh sudah lah,sampe kapan pun kamu tak akan pernah mengerti bagaiman a perasaan ku ini."'

'' hati ku sakit,,sakit gus hati ku semakin sakit melihat apa yang terjadi antara kamu dan aprilia tadi pagi.''

dagggglkk. detak jantung ini terasa berhenti untuk mempompa darah ke sleuruh bagian dan organ tubuh ku.
aku pun sekali lagi cuma bisa terdiam seribu bahasa,terjebak ke dalam jurang yang bernama ''DILEMA;''....
Scene 24 : Seperti Seharusnya
ya Allah ya Tuhan ku. Kenapa harus ada air mata yang tertumpah bila senyuman itu terlihat lebih indah. Kenapa harus ada duka bila bahagia benar ada nya. 

Waktu seakan tak mau untuk berjalan. Menungguku dalam keheningan ku. Terpaku membisu. apa aku pecah kan botol nya biar ramai, mengaduh sampai gaduh. Namun rasa nya itu mustahil, karena telah menjadi milik Rangga seorang 

Ayolah. Aku ingin keadaan ini cepat berakhir., aku tak ingin lama lama tenggelam dalam keadaan ini. Sebuah keadaan di mana tak ada jalan tuk melangkah. 

" aku gak tau apa yang udah ku lakukan ris.? Aku bingung. Permainan kata kata mu hanya membuat ku semakin tenggelam dalam kebingungan yang tiada berujung." 

Masih tetap dengan air mata yang mengalir begitu deras nya, tak indah kan nya semua kata kata ku. Semua seperti angin lalu. Masuk telinga kanan keluar telinga. Gak da yang masuk di hati sama sekali. Batas kesabaran ku pun hampir sampai pada ujungnya, namun yang di depan ku sekarang adalah seorang wanita. Tak mungkin ku keluar kan kata maki an atau pun cacian. 

" oke kalo mank sikap mu seperti itu. Lebih baik aku pergi dari sini. Toh tak ada gunanya lagi aku di sini." 

Sebenarnya mulut ku terasa berat untuk melontarkan kalimat tersebut, namun apa daya, otak ini sudah tak sanggup lagi tuk berfikir secara rasional. Segera ku gerakkan tubuhku agar lekas pergi dari keadaan yang seperti ini. 

"agus tunggu". Di pegang nya tangan ku. Sehingga membuat kaki ini urung tuk melangkah. 

" jangan tinggalkan aku gus. Temani aku disini., maaf in keegoisanku. 
" itu semua ku lakukan karena aku benci akan kesendirian ku. Aku merindukan saat saat bersamamu gus. Semua waktu yang ku lewati bersama mu. "

Emang selama dua hari gak masuk, aku lupa bilang ke teman teman ku kalo lagi sakit., parah nya lagi aku gak sadar bahwa ada seseorang yang khawatir akan keadaan ku. Rindu akan waktu yang di lalui nya bersama. Achhh bego banget sich. Ini sebenarnya juga salah ku. 

" kenapa kamu gak bilang dari tadi sich ris. Bikin aku bingung saja. Tapi sebelumnya aku juga minta maaf kalo gak ngasih kabar ke kamu nya pas aku sakit. "

" maafin aku juga ya gus tadi. Mungkin karena lagi dapet, sikap ku jadi uring uringan gini ke kamu. " hehe. jawab nya sambil senyam senyum tanpa ada rasa bersalah. 


" ya udah jangan mewek lagi, bisa banjir ntar ni sekolahan " haha gantian ku ledekin dia. 

" achhh agus, koq di becandain sich. Mewek lagi nich ntar.? 

" terserah. Mewek aja ris, aku dah siapin perahu koq buat jaga jaga ". 

Serentak kita pun tertawa mendengar jawaban masing masing. senyuman itu pun telah Kembali. Sebuah senyuman yang memancarkan keindahan dari bibir manis nya. 

Kini keadaan yang membeku itu pun perlahan lahan mencair. Membuat suasana jadi kondusif kembali. Lama sekali tak ku rasakan suasana seperti ini ketika bersama riska. Sebuah suasana di mana kita dapat tertawa lepas, , tertawa seperti tanpa ada beban do pundak ini. 

Meskipun aku tahu ini suasana ini akan segera berakhir. Kenapa harus berakhir.? Bagaimana mungkin tidak segera berakhir. Sebentar lagi jam istirahat telah habis. Otomatis pembicaraan ini pun akan segera usai. Namun aku tak peduli. Yang aku peduli sikap riska dah kembali seperti biasa kepada ku. 

Terima kasih Tuhan. Karena Engkau telah memberikan jalan dan kemudahan atas masalah hamba Mu. 

" balik yuk ris, bentar lagi jam istirahat habis. Mana aku belum makan apa apa tadi.? 

" waduh maaf ya gus, gara gara aku kamu jadi kelaparan. sebagai gantinya lain waktu aku traktir mau nggak. "? 

" bener an ya, awas kalo bohong "

" iya iya bawel. "! 

Dari kejauhan ku dengar bel masuk telah berbunyi. Aku pun tak ingin berlama lama di taman. Karena tak mau terlambat kelas. Sementara riska mempunyai pemikiran yang sama dengan ku. 

Tak perlu menunggu kami berdua pun beranjak pergi meninggalkan taman tersebut..
Scene 25 : Namanya pak andi 
senyuman itu pun kini Kembali mennghiasi bibir manis nya. Semakin menambah ke elok an di raut wajahnya nya. Tak nampak lagi kesedihan atau pun duka di dalam nya. 

Syukurlah. emang sudah seharusnya dia seperti itu. Riska yang ceria gokil serta centil. Sosok yang ku rindukan beberapa hari ini. 

Dentang bel, berbunyi dengan begitu kerasnya. , membuyarkan segala lamunan ku. Ahhh waktu ini terasa singkat,. Padahal tadinya ku merasa waktu ini seakan enggan tuk berjalan. namun kini, ia melesat bagai anak panah yang di lepaskan dari busur nya. 

Ku ayun kan kaki ini tuk segera melangkah pergi. Riska nampak mengikuti gerak langkah ku., tak menunggu berapa lama kita pun sudah berjalan jauh meninggalkan bangku taman. 

Dari kejauhan samar samar ku lihat suasana kelas begitu hening. Ada Apa ini, ini bukan seperti waktu mengheningkan cipta saat upacara bendera. Tapi kenapa suasana kelas begitu sunyi. Semakin lama bertumpuk pertanyaan pertanyaan dalam fikiran ku, semakin dekat pula jarak ku dengan Ruang kelas.

Perlahan lahan ku lewati pintu itu. Pandangan ku nampak semakin jelas. Ku lihat di depan kelas telah berdiri guru kimia mengajarkan materi pelajaran,. 

Hah... Udah di mulai pelajaran nya. Cepat amat ni guru masuk nya. Sial bener dah, mana ni guru terkenal sebagai satu guru killer lagi. Mampus deh aku., aku pun.berniat untuk absen mengikuti mata pelajaran kimia. 

Namun buru buru riska mencegah niat ku,. Dia bilang kita masuk ke kelas adja. Karena sebentar lagi uts, sayang kalo ada materi yang di lewat kan. Dengan berat hati bin terpaksa, aku mengurung kan niat ku. Ku ikuti kemauan riska, sambil memikirkan apa yang terjadi dengan kami nanti. 

" permisi pak" ku ketuk pintu masuk kelas sambil ku ucapkan salam. 


Seisi kelas hanya melongo melihat kedatangan kami berdua,. Karena tak biasa nya riska sampai terlambat masuk ke kelas setelah jam istirahat usai. 

" dari mana saja kalian,. Jam segini baru datang." 

" itu, , , anu pak dari perpustakaan, karena asyik baca buku kita sampe kelupaan kalo klas udah di mulai " jawabku dengan penuh kebohongan. 

" bener itu " 
." iya pak " jawab riska mengiyakan kebohongan ku. 

Tapi ya orang kalo dasarnya Kampret ya tetap adja kampret. Pak Andi tak bisa menerima alasan kami berdua begiiTu saja. 

" gak ada alasan buat kalian. Karena kalian terlambat bapak akan menghukum kalian berdua. selama jam mata pelajaran bapak, silakan kalian berdiri di pojok an kelas ". 

WADD DE FAKKK. Sial bener ni guru, masak aku mesti berdiri di pojok an kelas ampe jam pelajaran usai. sama adja aku jadi satpam kelas sampai pulang kelas nanti. Kalo aku sich kuat, tapi bagaimana dengan riska. 


" pak masak berdua sich. Kan tadi yang ngajakin ke perpustakaan aku. Sepantasnya orang yang di salah kan itu aku. "

" ya udah kalo gitu, Riska kembali ke tempat duduknya, sementara kamu gus silakan ke pojok an dan berdiri di sana sekarang juga "


Sambil di bentak nya, aku pun menuju pojok an kelas untuk menjalani hukuman ku. Tapi tampaknya riska tidak senang dengan tindakan ku. Rupanya dia ingin menemani ku berdiri di pojok an. 

Aku Pun cuma menggelengkan kepala dan meminta nya agar lekas ke tempat duduknya. Dengan berat hati riska pun menurut I kemauan ku dan melangkah menuju tempat duduknya. 

Sontak riuh tawa pecah saat riska sampai di bangku. Aku,, ya aku. Aku lah yang jadi bahan tertawan karena mendapat hukuman dari guru killer yang bernama pak Andi.
Scene 26 : Pertemuan pertama 
sontak riuh tawa itu pun pecah dengan keras nya, sampai seisi sekolah an seperti bisa mendengar riuh tawa tersebut. Ada satu orang yang tertawa nya paling kencang di antara yang lain. Ya tak lain dan tak bukan Gatot orang nya. 

Ingin rasa nya ku sempat mulut nya pake kaos kaki ku. Dia teman dekat ku, namun dia adalah orang yang paling senang menari nari di atas penderita an ku. 

Dari tempat ku berdiri ku lihat riska cuma berdiam diri. Sorot matanya tajam memandang ke arah ku,, sesekali dengan bahasa isyarat dia tanya keadaan ku., dengan bahasa isyarat pula aku bilang baik baik saja. Aprilia pun memandang ku dengan ekspresi yang sama. Dia seperti kasihan melihat penderitaan ku. Kalo bisa, mungkin ia ingin berbagi dengan penderitaan ku. 

Capek dan pegal pun kini mulai menyerang ku.,, tak jarang ku angkat kaki ku bergantian untuk sekedar mengurangi rasa sakitnya. 

"kringgg" . Suara yang ku tunggu dari tadi pun akhirnya datang juga. Sebuah suara yang akan mengakhiri penderitaan ku. Pak Andi mempersilakan ku kembali ke tempat duduk, karena jam pelajaran telah usai. Beribu rasa syukur pun aku ucapkan, karena akhirnya kini aku telah terbebas dari hukuman ku. 

Aku pun segera melangkah ke bangku ku,. tak lupa ku lempar kan sebuah senyuman ke riska. Dan dia pun membalas senyuman ku di sertai ucapan terima kasih karena tadi telah membantu nya lolos dari hukuman. 

Sementara aprilia hanya tersenyum melihat apa yang terjadi antara aku dan riska. 


Aku pun segera berlari ke parkiran untuk mengambil sepeda ku dan bergegas pulang. Ntah aku sampai rumah atau tidak setelah tadi di hukum berdiri selama 2 jam. 

Dengan penuh perjuangan dan segenap tenaga yang tersisa, aku pun akhirnya sampai juga di rumah. Yah hh syukur lah akhirnya sampai juga di rumah tercinta., seperti biasanya aku pun segera, mandi dan makan siang. 


25 menit kemudian aku pun selesai mandi . karena merasa kelelahan dan bergegas pergi ke kamar untuk beristirahat tidur siang. Tetapi belum sempat ku pejamkan mata ini,, tiba tiba saja telefon ku berbunyi., Marischa,, nama yang tertulis di layar hp. 

Aku sampai lupa menghubungi nya, tentu saja karena beberapa hari ini di sibuk kan dengan urusan masalah aprilia dan riska. Mungkin ini alasan yang membuat nya menghubungi ku duluan. 

"halo assalamualaikum.". 

"walaikumsalam kak agus, gimana kabarnya koq gak pernah hubungi Icha lagi" 

" alhamdulillah baik koq cha, cuman rada sibuk sekarang. soalnya bentar lagi kan uts ". , jawabku alasan. 

" Ogh iya juga ya kak, bentar lagi Icha juga u ts. "

" Hembb kak agus malam ini ada waktu nggak. "
"nggak sich cha, emang nya ada apaan yak."? 

" nggak gini lho kak, sekarang Icha kn ada do rumah budhe di bojonegoro, kalo kak agus gak ada acara, Icha mau ngajakin ketemu an kakak malam ini di alun alun kota" terang nya panjang lebar. 

" Hembb insya allah ya cha, aku usaha in. Kalo bisa ntar aku sms jam nya. "? 

" ya udah kalo gitu, sampai jumpa malam nanti ya kak ".,! 

Di tutup nya telepon itu. ,, lagian ni anak ngapain bilang begitu segala. aku kan belum mengiyakan ajakan nya sama sekali. Ahhh sudah lah, aku sebenarnya pengen ketemuan sama dia,, nah pucuk di cinta ulam pun tiba kalo sekarang dia ngajakin dulu in. 


Aku pun kembali memejamkan mata untuk kembali tidur. Tak lupa ku berpesan pada ibu ku untuk membangunkan ku. Karena rasanya aku sudah gak sabar bertemu dengan sosok nya Marischa..
Scene 27 : Pertemuan pertama part 2 
ku pejamkan mata ku untuk beristirahat,beristirahat dari keseharian yang begitu banyak menyita waktu ku. Menguras fikiran ku, serta menambah beban di pundak. namun beban itu kini seperti hilang sejenak, sesaat setelah diri ku tenggelam di dalam luas nya mimpi. 

Kamu siappa,. ? Apa yang kamu lakukan malam malam begini..? Samar samar ku lihat sosok gadis di balik rimbun nya pepohonan serta dingin nya malam yang mencekam. 

Hikz Hikz Hikz., hanya kalimat itu yang terdengar dari nya. Aku pun penasaran di buat ny. Dengan langkah berjinjit, ku dekati sosok di balik rerimbunan tersebut. Seorang gadis berdiri dengan pakaian serba putih. Rambut panjang nya yang acak acak tergerai sebatas punggung nya. 

" mbak ngapain malam malam begini.".? namun lagi lagi pertanyaan ini tak mendapatkan jawaban dari nya. 
Namun tiba tiba saja dia memalingkan mukanya dan menoleh kepada ku.,, dan akhirnya "ASTAGFIRULLAH" jantung ini serasa berhenti berdetak. Bagaimana mana tidak pembaca , muka gadis tersebut hancur berantakan tak berbentuk. Darah segar mengalir dari ujung rambutnya. 

Segera ku langkah kan gerak langkah seribu. Lari tunggang langgang aku meninggalkan gadis tersebut. namun tak berapa lama aku segera tersdar dan bangun dari tidur ku. Alhamdulillah.,, cuma mimpi buruk ternyata., 

Aku lirik jam alarm di meja belajar ku. 17.30. Hembb sudah masuk waktu maghrib. Mungkin ni yang membuat ku mimpi buruk,, karena orang orang tua bilang gak boleh tidur waktu menjelang maghrib. Gak baik kata nya. 

Segera ku beranjak pergi ke kamar mandi. Ku bersihkan badan ku yang basah penuh dengan peluh keringat. Air pun terasa sangat dingin., hal ini membuat ku tak ingin berlama lama berada di kamar mandi. 

Selesai sudah acara mandi nya,., selanjutnya aku pun mengambil air wudhlu. untuk melaksanakan ibadah sholat maghrib tentu nya. 

Tak butuh lama, aku pun selesai sholat maghrib., segera ku ambil hp yang sedari tergeletak di atas meja. Ku goyang kan jari. Jari ku, mengetik kata demi kata untuk menjadi sebuah kalimat. Kalimat yang memberitahukan bahwa malam ini aku dapat bertemu dengan nya. Send., ku kirim kalimat tersebut. 

Tak sampai beberapa menit, kalimat balasan pun datang. Iya kamu langsung ke alun alun saja,. Nanti kita langsung ketemuan disana. Bunyi kalimat tersebut. Aku pun bergegas ganti baju,, tak lupa ku kenakan jaket kesukaan,, jaga jaga kalau dingin menyerang. 

Setelah selesai bersantap makan malam, aku ijin kepada kedua orang tua ku. Aku juga ijin agar di perkenankan memakai sepeda motor bapak ku. Awal nya mereka tak mengizinkan aku membawa motor. di samping sudah malam, aku juga belum memiliki surat ijin mengemudi. 

Berkat kegigihan dan kengeyelanku, akhirnya ijin tersebut turun juga. Seperti wangsit yang turun dari langit, namun sesungguhnya hanya ulah para dedemit untuk menjerumuskan manusia. 

Ku nyalakan motor bapak ku. Yang Baik baik ya, hari ini kamu bakal jadi kuda besi tunggangan ku yang akan mengantarkan ku kepada sang putri. Ku pacu kuda besiku.. Ku susuri jalan demi jalan yang akan membimbing ku sampai ku tujuan. 

Terkadang sesekali perjalanan ku harus terhenti. Maklum lah, jalanan dĂ©sa, belum ada aspal sama sekali. Yang ada cuma jalan batu yang di urug pake tanah putih. Kapan sampai nya nich kalo kayak gini terus,, pikir ku. 

Setelah beberapa menit melewati medan off road yang sulit, aku pun memasuki wilayah kota. di sini jalan nya lebih bagus karena telah beraspal. Hal ini tentu saja membuat waktu tempuh ku semakin singkat. 

Alun alun telah terlihat dari kejauhan. Lampu lampu kecil berkelip warna warni seperti kunang kunang di malam hari. Memperindah suasana keramaian kota. Segera ku genjot motor ku, agar segera sampai., 

Kini telah ku injak kan kaki di alun alun kota. Ku lihat kanan kiri banyak muda mudi yang menghabiskan malam bersama. Namun ada satu makhluk gak jelas yang mengurangi keindahan tersebut. Gimana gak jelas, atribut yang di kenakan nya perempuan. Sementara tubuhnya tinggi kekar seperti kuli bangunan. 

Aku pun tak mau berlama lama di tempat tersebut., karena jangan sampai deh berurusan sama makhluk Astral yang satu ini. Tanpa ku tahu, rupanya Icha telah sampai terlebih dahulu., hal ini baru ku ketahui saat dia mengirimkan pesan agar aku langsung menuju taman dekat air mancur. 

Bergegas lah aku ke sana. Di sana tampak seorang gadis memakai jilbab warna ungu di padu dengan kaos lengan panjang dan rok sampai mata kaki. Apa kah dia Icha.? Melihat kedatangan ku yang Clingak clinguk dia, melambaikan tangannya pada ku., memberi tanda kepada ku agar berjalan ke arah nya. 

" kak agus ya, kenalin aku Icha."? Sambil sebuah tangan di ulurkan nya pada ku. 

" agus " jawabku sambil ku sambut uluran tangan nya. 

Marischa ini gadis yang manis. Tinggi sepundak ku.,, ada lesung di kedua pipi nya. Meski dia mengenakan jilbab, hal itu tidak mengurangi kecantikan nya sama sekali. Justru hal itu membuat ada semacam aura yang terpancar dari dalam tubuh nya. 

Malam itu tak banyak yang kami bicarakan. Cuma sekedar basa basi untuk mengisi waktu yang luang. Mungkin karena baru pertama kali bertemu, masih ada rasa canggung dalam diri masing masing. 

Dingin nya malam pun mulai menusuk tulang ku,. Padahal malam itu aku mengenakan jaket. Namun rasa nya itu masih belum cukup mampu untuk menangkis hawa dingin tersebut. Aku Pun segera mengajak Icha untuk segera pulang ke rumah., karena mungkin juga kedinginan dia mengiyakan ajakan ku. 

Sebelum nya tak lupa ku lepas kan jaket ku untuk ku berikan pada nya. Karena dia wanita, pasti dia lebih lemah dari ku. Jaket ku pun di terima nya dengan senang hati., segera di kenakan nya jaket tersebut., dan kita pun pulang ke rumah masing masing. 

Tadi nya aku mau mengantarkannya pulang,. Karena tak baik seorang gadis pulang larut malam. Sendiri lagi. Namun rupanya dia membawa motor sendiri, sehingga membuat ku mengurung kan niat untuk mengantarkan nya. 

Jam 10 malem aku sampai rumah., aku pun segera ke kamar ku untuk pergi tidur. Karena besok pasti nya banyak aktivitas yang harus ku jalani., namun dalam hati ini pun juga gembira. Gembira karena telah bertemu Marischa untuk pertama kalinya..
Scene 28 : Belajar kelompok 
dingin nya malam menembus kulit ku,.serasa ingin menusuk tiap tulang dalam tubuh KU,.sepanjang perjalanan gigi bergemeretuk karena angin yang kencang berhembus..,,hembbb kapan sampai rumah nya. dah gak tahan dengan kondisi yang seperti ini.

setelah tersiksa beberapa menit karen kedinginan,..aku sampai di rumah. rumah ku nampak gelap gulita,,hanya lampu teras 5 watt yang masih di biarkan menyalal. mungkin kedua orangtua serta adek ku udah pada tidur. buru buru ku matikan mesin motor ku,.karena tak enak hati kalo sampe kedengeran dan membuat mereka bangun.

ku keluarkan kunci duplikat dari kantong celana ku,.dengan perlahan ku buka pintu rumah ku. aku berasa seperti maling di dalam rumah ku sendiri., aku pun langsung memarkir motorku di ruang sampinhg sambil bergegas lalu pergi ke dalam kamarku sendiri. ku hempaskan tubh ku dengan segera ke atas rancang,.rasa lelah dan dingin yang tadi nya menyerang kini berganti dengan rasa sumuk yang luar biasa.,hal itu sudah biasa di desa kalo lagi musim kemarau.,

mata ini juga tak mau terpejam,,barangkali masih trauma dengan kejadian sebelum maghrub tadi.,atau mungkin juga karena tadi sudah tidur ,,agak susah untuk tidur lagi. iseng iseng aku membuka hp ku,.ingin ku hubungi seseorang di luar sana yang mungkin belum tidur.,emmm tak enak juga ganggu orang tidur malam malam begini.

hp pun kembali ku letakkan di atas meja,,dan kembali tubuh ku ku hempaskan ke atas tempat tidur., suara adzan shubuh terdengar nyaring di telinga ku,rupa nya aku tanpa sadar ketiduran setelah tadi nyaris tak bisa memejamkan mata. aku pun segera bangun dan pergi ke kamar madi untuk ambil air wudhlu.

ku lihat ibu ku sedang memasak sarapan pagi di dapur,.smentara bapak ku masih asyik dengan kegiatan nya di tempat tidur,.aslias ngorok. ku bangun kan adek ku yang masih terlelap dalam tidur nya., aku pun menyuruhnya segera ke kamar mandi untuk mengambil wudhlum,karena bentar lagi jamaah shubuh di mushola akan segera di mulai,. 


setelah selasai jamaah shubuh,aku pun menghampiri ibu ku ke dapur,.segera ku berikan kunci kontak motor yang tadi mlam habis aku pakai,. tadi nya aku mau menyerahkan nya ke bapak ku,.namun karena beliau masih tidur aku gak berani membangun kan nya., malah bisa kena tempeleng aku bisa bisa ganggu waktunya tidur.

ku bantu ibu ku menyiapkan sarapan pagi,.walau cuma sekedar sebagai tukang icip,namun tak apalah.toj yang naman nya membantu apa pun namanya tetap adja membantu,.aku pun pamit pergi ke kamar untuk menyiapakan buku pelajaran hari ini,. karena hari ini hari sabtu,, tak terlalu banyak mata pelajaran yang di ajarkan.

jam 6 30 am aku sampai di sekolah,.lebih cepat dari biasanya buakan.? ya hal ini aku lakukan karena takut kejadian topeng monyet akan terulang lagi. karena kelihatan nya aku berangkat terlalu pagi,sekolah pun masih rada sepi, tak apalah itug itung olahraga kayuh sepeda pagi pagi.

aku pun segera menuju ke kelas ku.,namun disana cuma ada beberapa siswa yang baru datang,.dari beberapa siswa tersebut ada satu orang yang aku benar benar kesal pada nya.siapa lagi kalo bukan gatotorang nya. bagaimana tidak,dia selalu menertawakan ku kalau aku dalam kesulitan, hemmbb awas aja lo,.aku bales ntar.,ku siapkan rencana sebagai pembalasan atas perlakuan gaot kepada ku.

beberapa menit kemudian,, riska pun masuk ke dalam kelas. di ikuti vita della dan aprilia di belakang nya,ni cewek cewek kenapa bisa barengan gini ya masuk nya,,apa janjian barang kali ya. ku sapa semua teman teman ku ini,, tak terkecuali riska dan aprilia. dua orang cewek yang sempat bikin pusing kepalaku tujuh keliling. 

'' pagi pril, ris,koq tumben masuk kelas nya barengan.? tanya ku pada kedua gadis tersebut.

'' pagi juga gus, tadi pas turun dari mobil aku gak sengaja lihat vita di pintu masuk.,dari pada jalan sendiri ya aku panggil saja dia untuk barengan ma aku masuk ke las nya.''.!

'' bener itu ris''.?

'' iya gus.,mank ada apa sich,kayak nya pagi pagi kamu dah heboh gini lihat aku masuk kelas bareng aprilia.?

'' gak papa koq,,cuma kaget saja. jarang jarang lihat lihat kalian berdua bersama .? jawab ku sambil senyam senyum melihat kedekatan mereka.

bel jam pelajaran pun di mulai.,semua siswa segera berlari menuju tempat duduk nya masing masing . karena sebentar lagi mau uts,para siswa begitu bersemangat mengikuti tiap pelajaran yang di ajarkan, namun hal ini berbanding terbalik dengan ku. aku kalo di kelas di biasa saja,,namun hal itu tak membuat nilai akademik ku menjadi buruk.dari sd sampe smp, pasti aku selalu masuk 3 besar di kelas,. bahkan ketika smp,aku masuk 3 besar di sekolah,.

'' ehh ada rencana gak buat persiapan uts nanti.''.? tiba tiba di lontarkan nya pertanyaan sepeerti itu pada ku.

'' gak da yang spesial cih,karena emang dari dulu aku mlas sama yang nama nya belajar,. toh tanpa belajar nilai akademik ku tetap bagus koq.''.? jawab ku dengan bangga nya.

'' alah sombong lu,,pede lu stinggi langit. tapi aku ada rencana buat ngadain belajar kelompok di rumah ku. vita sama della juga sudah bersedia ikut pas tadi jalan bareng ketika masuk ke kelas.,tinggal kamu sama gatot saja ikut atau ndak..''??

'' aku di ajak nie ris,,ntar kalo aku paling pintar di antara kalian gimana. tanpa belajar saja nilai ku sudah bagus,,apa lagi kalo nanti aku belajar.''?? masih dengan kesombongan yang ku banggakan.

'' ya udah kalo kamu gak ikut,,lama lama aku dongkol dengar omongan mu yang gaya nya kayak albert enstein,kayak kamu paling pintar sendiri saja. jangan nyesel ya,,april juga ikut soal nya.''.? ucap nya dengan nada setengah mengancam.

apa lagi maksud ni anak bilang gitu,. apa dia juga tahu ya kalo aku lagi deket sama aprilia,.?? ya bodoh amat dia tahu atau tidak., mending aku ikut saja dari pada tak ada kegiatan di rumah. tapi yang bikin aku gegdek,ni biang kerok satu yang bernama gatot ngapain ikut segala. merusak pemandangan saja..

'' iya iya ris aku ikut.''

'' nah gitu dunk gus,kan biar rame kalo banyak orang .'' jawab nya kegirangan.


sudah di putuskan,kalau sehabis sekolah aku ikut dalam kegiatan belajar kelompok yang di prakarsai riska.,,tapi tunggu tunggu..? di mana tempat belajar nya,,tadi aku mengiyakan saja tanpa bertanya terlebih dahulu. gak papa dech,,ntar juga bakal tahu di mana lokasi nya.

sekolah pun usai,,karena mank pada hari sabtu cuma ampe jam dua belas siang jam sekolah nya. riska dkk pun selesai membereskan buku buku pelajaran nya.,aku pun telah selesai dengan kegiatan ku, aku pun bergegas keluar dan menuju tempat parkir untuk mengambil sepeda.

'' ehh bego mau kemana kamu.''.? tiba tiba ucapan della membuat langkah ku terhenti.

'' ke tempat parkir lah monyong,,mank mau kemana lagi.''! jawab ku sewot karena di panggil bego.

'' ngapain kamu ambil sepeda,kan belajar nya di rumah riska. kita jlan kaki adja kesana nya,rumah nya kan dari sini,,haha ."

" ya mana aku tahu,tadi aku lupa nanya sama riska di mana tempat belajar nya."?

'' kamu aja gus yang bego.,lain kali tanya dulu yang jelas sebelum mengiyakan sesuatu.'' tambah gatot seakan akan membela della dan ikut ngatain aku bego.

'' eh tot ,kamu ngapain ikut ikutan ngatain aku bego,.mank kamu dah tahu di mana tempat nya.''? jawab ku sambl emosi.

akhir nya riska pun menengahi perselisihan kami bertiga,. segera di ajak nya kami menuju rumah nya ,karena takut kesorean pulang nya ntar.dalam perjalanan gatot pun ngomong ngalor ngidul gak jelas,,della yang kelihatan nya klop sama dia pun malah menanggapi omongan nya., seperti april ku lirik dia tak henti hentinya memandangi ku. dia pun kaget dan tersipu malu ketika tanpa di duga kami saling bertatapan pandang.

ku rasa kan jari jari lembut itu menggenggam tangan ku,.aku pun memegang erat jari jari tersebut.,aprilia. ya ntah kenapa aprilia tiba tiba saja menggenggam tangan ku ketika dalam perjalanan ke rumah riska,. hati ku pun panas dingin di buat nya, takut kalo riska dan yang lainya melihat,. apa lgi si gatot sialan itu. bisa heboh kayak petasan manten dia nya lihat aku bergandengan tangan sama april kayak waktu di kelas dulu.

kami pun sampai di rumah riska. rumah bercat pagar putih dengan sedikit taman bunga di sekitar jalan masuk nya.rupa nya bunga tersebut riska yang menanam nya di sela sela waktu luang nya. riska pun membukakan pintu pagar dan mempersilahkan kami berlima masuk. ini pertama kali nya aku menginjakkan kaki di rumah nya riska., aku pun baru tahu kalau riska anak seorang pns tinggkat 4 di pemda bojonegoro.

jadi minder aku yang anak seorang petani ini menginjakn kaki di rumah nya. namun biarlah, toh sekarang aku udah berada di dalam rumah nya..setelah riska selesai mandi dan berganti pakaian, acara belajar bersama nya pun di mulai,. tak lupa di siap kan nya bebrapa kue kecil dan segelas minuman dingin untuk menemani aktivitas belajar kami.

si gatot yang mang dasar nya gak malu,, langsung main embat adja tuh kue, padahal baru beberapa menit saja belajar bersamanya berjalan,.sumpah ni anak emang ngeselin tujuh turunan..
Scene 29 : Weekend 
tak terasa waktu pun cepat berlalu,,jam di dinding pun sudah menunjukkan pukul 16.30 pm. kami pun segera undur dari dan pamit pada riska untuk segera pulang ke rumah masing masing.,riska yang mengerti akan situasi dan kondisi pun mengantar kami sampai keluar ke pintu gerbang rumah nya.

kami berlima pun berjalan kembali ke sekolah,,sementar riska sudah menghilang di balik pintu setelah tadi mengantarkan kami. suasana sekolah pun masih agak ramai,,karena biasa nya anak anak ekskul pmr dan klub basket latihan di hari sabtu,. aku pun menuju parkiran sepedah,.sementara vita della dan gatot menuju ke parkiran motor,.karena memang mereka bertiga berangkat sekolah nya naik motor.

setelah balik dari parkiran,,ku lihat april berdiri sendirian bersandar pada gapura sekolah. aku pun lekas menghampiri nya karena tak tega melihat melihat nya dalam kesendirian. rupa nya dia mennggu sopir yang biasanya membawa mobil jemputan., sampai mobil jemputan nya datang, aku pun memutuskan untuk menemani aprilia.

15 menit menunggu,mobil jemputan itu pun datang. aprilia segera bergegas masuk ke dalam nya,.tak lupa ucapan terima kasih di berikan nya padaku. melihat mobil nya telah pergi,aku pun segera mengayuh sepeda ku untuk pulang ke rumah,. namun tiba tiba dari belakang,aku di kejutkan oleh tepukan seseorang di pundak ku.

'' hayo pacar nya ya, ampe sgitunya kalo ngelihatin..''?

ternyata kak ana orang yang menepuk pundak ku. ayem niech cewek, hampir aja aku mati jantungan di buat nya., apa mau tanggung jwab dia kalo aku kena serangan jantuing.??

'' ehh kak ana .nggak koq dia cuma teman sekelas ku, sebenernya baru calon pacar .''? jawab ku cengengesan,.

'' hembb,cuma calon,kalo gitu aku juga daftar dong jadi pacar kamu .''? sambil di kerlingkan matanya pada ku.

'' kak ana, bercanda mulu sich,, nggak lucu ahhh. oh iya ngomong ngomong kak ana ngapain masih disini. kan udah sore,koq belum pulang.''? ku alihkan arah pembicaraan nya .

'' biasa gus,urusan osis. tadi nya aku juga mau pulang. tapi dari kejauhan aku lihat kamu berduaan sama cewek, cantik lagi. ya udah aku samperin adja kamu. sekalian ada yang mau aku omongin sama kamu.''.

'' ada perlu apa nich kak emang nya.''.? jawab ku keheranan.

'' itu lho cindy,dia besok ngajak aku buat jalan jalan di taman yang ada di alun alun kota. kalo cuma berdua kan gak seru, makanya itu kalo kamu ada waktu ,aku mau ajak kamu buat nemenin kita berdua.,,yah itung itung refreshing sebelum uts.''


ni cewek satu gimana sich,refreshing kan seharusnya sesudah ujian,. lha ini ujian adja belum udah refreshing duluan. namun karena tak enak hati menolak ajakn nya,,aku pun mengiyakan ajakan nya. tak apa lah, itung itung buat ngurangin beban. kami pun sepakat untuk bertemu jam 8 pagi keesokan hari nya. karena letak alun alun yang tak jauh dari rumah nya,,dia pun meminta ku untuk datang ke rumah nya terlebih dahulu. biar kita berangkat nya nati barengan.

aku pun pamitan kepada nya dan bergegas pulang ke rumah. jam 7 pagi aku bangun dari tidurku,. aku pun segera mandi dan bersiap pergi kerumah kak ana. karena tak ingin terlihat alay di depan nya, aku cuma mengenakan kaos raglan di padu celana pendek 3 per 4. aku pun ijin ke kedua orang tua ku kalo hari ini tidak dapat membantu mereka di sawah. ini memang sudah menjadi kebiasaan ku membantu orang tua ku pas hari minggu.


mereka pun menyetejui,namun dengan syarat yang amat sangat berat. aku pergi nya gak boleh bawa motor..eh tega amat sich mereka sama anak nya ini,.tapi ya sudahlah,masih untung mereka memberi ku ijin untuk pergi. setelah aku rasa penampilan ku cukup keren,aku pun berangkat menuju ke rumah ana. dengan sekuat tenaga, ku kayuh sepedaku menyusuri jalanan kota yang kian sepi karena semua orang libur untuk beraktiifitas. 

sesekali ku lihat,,orang orang berlari pagi dengan beberapa anggota keluarga nya. jam 07 55 aku sampai di rumah kak ana. lebih cepat 5 menit dari waktu yang di janjikan. segera ku tekan bel yang terletak di samping pagar rumah nya. tak berapa lama kak ana pun keluar dengan dandanan yang membuatku terpesona melihat nya. dia memakai kaos single lengan panjang di padu dengan celana jeans.,kaos itu dengan jelas memperlihat kan lekuk lekuk keindahan tubuh nya. gak pap nich dia keluar dengan dandanan seprti itu.?

'' pagi gus'' . sapa nya membuyarkan lamunan ku.

'' koq bengong sich,,ayo masuk., di dalam cindy udah siap dari tadi.''


'' ehh iya kak maaf,habis kak ana cantik dengan dandanan seperti ini,,jadi aku seprti tersihir di buat nya.''! kata ku berterus terang.

'' achh gombal kamu gus, masih banyak koq yang lebih cantik dari aku., tapi makasih atas pujian mu..'' jawab nya sambil tersipu malu,kelihatan dari raut mukanya yang memerah,.

kami berdua pun segera masuk ke dalam rumah. ku parkir sepeda ku di garasi nya,.bersebelahan dengan mobil toyota yaris milik ibu nya. di dalam ku lihat sosok yang asing buat ku.,umur nya sekitar 40 tahunan.,seluruh tubuh nya tertutup oleh kain kecuali muka dan telapak tangan nya.

'' mama ini agus,.adik kelas sekaligus guru les nya cindy." di kenalkan lah aku pada sosok tersebut.

aku pun mengulurkan tangan ku,bermaksud untuk bersalaman dengan nya. namun apa yang ku dapat bro,, di tolak nya uluran tangan ku ini . dia hanya tersenyum sambil dia angkat nya kedua tangan nya setinggi mulut sebagai balasan uluran tangan ku tadi. sumpah aku pun malu di buat nya,. aku gak tahu kalo mama nya kak ana seorang muslimah yang benar taat akan hukum syar'i

'' aisyah dek .'' ujar nya memperkenalkan diri.

'' maaf tante,agus gak tahu kalo tante gak mau bersentuhan kulit dengan seseorang yang bukan muhrim nya.''.? ku lontarkan sebuah permintaan maaf untuk menebus keslahan ku tadi.

'' gak papa koq dek,,justru tante senang dek agus menghormati dan menghargai apa yang tante lakukan,. itu si cindy sudah turun,silahkan di lanjut dulu ngobrolnya bertiga ,tente mau pamit dulu ke dapur.'' tante aisyah pun segera pergi ke dapur. untuk memasak barang kali,.

sementara itu aku lihat cindy telah selesai dengan acra dandan nanya dan segera trun dari lantai dua. dia memakai baju motif bunga di padu dengan rok pendek selutut..ni gadis meski sd udah pinter juga buat dandan. pa di ajarin ya sama kakak nya. 

'' adek ku tuh masih kecil., masak mau kamu embat juga sich gus.''??

'' ehh nggak kok,kakak nya saja sudah syukur koq kalo aku mendapatkan hatinya,'' jawab ku bercanda.


rupa nya kak ana menaggapi serius ucapan ku tadi.,terbukti dari gerak gerik nya yang jadi salah tingkah. sementara cindy hanya tertawa melihat ku menggida kakak perempuan nya. karena udah jam 8 lewat,,kami pun bergegas untuk segera pergi ke alun alun kota,tapi sebelum berangkat kami berpamitan kepada tante aisyah yang sedang berada di dapur.

dalam perjalanan tak henti hentinya semua mata tertuju pada kami,, kami disini cindy dan ana mana maksudnya. aku gak termasuk.,mana ada cowok yang mandangin cowok kalo gk maho itu cowok,.amit amit cabang bayi dah. kami bertiga pun sampai di pintu selatan alun alun kota.,keadaan sudah sangat ramai. di sebelah timur ku lihat bapak bapak setengah tuwir yang sedang bermain tenis..smentara itu,lpangan basket juga sudah penuh dengan beberapa anak cowk yang bermain 3 on 3.

kak ana pun segera mengajak kami bertiga untuk cepat menuju taman., namun ketika hendak sampai di taman,ku lihat seseorang ku kenal sedang duduk di bangku tman sambil menjilati es krim yang di pegang nya,.aduchh mati aku,. kenapa harus sekrang sich,gak tepat banget waktunya.

bisa terjadi perang dunia ketiga kalau sampai dia melihat ku jalan bertiga sampe cindy...
Scene 30 : weekend Part 2
ramai sekali pagi ini pikir ku,. Beberapa fasilitas yang tersedia di dalam alun alun kota, ke semua nya sudah hampir penuh. Ku lihat di lapangan basket beberapa anak muda sedang bermain 3 on 3. Sementara itu di dalam lapangan tenis yang tertutup pagar jaring, sedang berlangsung kejuaraan grand slam bojonegoro open. Sumpah kalo yang ini gue ngasal. Yang ada cuman bapak bapak setelah tuwir noh yang main ganda. 

Kalo mereka pada maen bola, pasti dah bakal sering terkena jebakan offside., bagaimana tidak bro, tuh perut pada nongol ke depan semua nya, kayak ibu ibu yang lagi hamil sembilan bulan, Hah hay. 

Tapi yang membuat gue lega, gua kagak nemuin lagi tuh yang namanya makhluk Astral. Mungkin mereka udah pada ganti gender kalo pagi gini. Atau barang kali juga takut terkena rahasia bapak satpol pp. Sumpah tuh polisi satu tengil nya minta ampun, pake banget. 

Padahal tadinya gue berharap ada satu atau makhluk Astral yang terjaring razia. Kan lumayan tuh bisa di kirim ke Afrika buat jadi pawang heyna, atau mungkin ke segitiga bermuda buat jadi penunggu disana, setuju gak bro lu pada. 

Back to topic aja dah, malah nglantur ngomong gak jelas gini. Sampai dimana yak gue terakhir kali gua post., maklum memory di otak gue kadang penuh, jadi otak gue kadang kala jadi blank terus boot loop, tapi tenang aja, gak ampe hard brick koq 

Each rame banget ni tempat, pasar aja kalah. Sambil gue garuk garuk ni kepala., kak ana pun langsung mengajak gue ke taman yang akan di tuju cindy, cause semakin lama tuh taman bakalan rame, gak kebagian tempat dunk kita kita. 

Gue ikuti langkah kak ana dari. Sesekali ku lihat goyang an indah nya, yang membuat darah ini berdesir. Namun darah ini semakin berdesir memanas ketika gue dapati seseorang yang gue kenal sedang asyik duduk di bangku taman sambil mengilat I es krim yang di pegang nya. 

Waduch kacau nich.. Kacau bakal terjadi perang nich. Perang yang lebih dahsyat dari perang Suriah yang melibatkan senjata kimia. Kalo gue bisa, sebenarnya gue pengen lari dari tempat itu dan segera pulang ke rumah. 

Tapi masak gue kabur gitu aja, apa kata dunia. Dengan terpaksa gue pun meneruskan kan langkah hingga sampai di bangku yang bersebelahan dengan bangku yang iya duduki. Rupanya dia terkejut dengan kedatangan ku pagi itu,, apalagi di samping ku ada dua bidadari cantik yang entah turun dari langit mana. 
Karena tak mau terjadi salah paham untuk sekian kali nya,, gue pun berinisiatif untuk menghampiri nya. 

" hay aprilia, ngapain low pagi pagi gini duduk sendiri an sambil makan es krim, kesambet cowok loe ntar" ku awali pembicaraan dengan nya. 

"ehh elu gus, tumben juga kemari, biasanya elu kan masih berkutat sama aktifitas loe di tempat tidur."? 

Waduch ni anak kenapa tahu kebiasaan gue kalo pagi ya.? Wah jangan jangan dia punya indera ketujuh nich. Wah parah kalo dia sampai bocorin rahasia gue ke teman teman, bisa jadi trending topic se sekolahan nanti nya. 

" ehh nggak, ni lho pril, gue di ajakin Kaka ana buat nemenin Adek nya cindy jalan jalan di taman kota. Karena waktu gue kosong, ya udah gue temenin. Kan lumayan jalan sama cewek cantik weekend gini. " jawab ku cengengesan dengan pd nya. 

" mana mereka, kenalin ke gue dunk. Gue juga pengen kenal juga sama orang orang yang dekat sama loe saat ini "

What,? Ni anak apa maksudnya ngomong gitu..? Ya Udin lah. Gak ada ruginya juga gue ngenalin dia ke kak ana sama cindy. Gue pun memanggil kak ana yang lagi duduk di taman, rupanya sedari tadi dia memperhatikan apa yang gue lakuin. Sementara itu gue lihat cindy lagi asyik asyik nya maen air mancur di taman. Ni anak kagak pernah lihat air apa, ampe segitu nya. Ntar kalo gue ajak ke rumah gue, puas puas in noh main air di kali. Klelep Klelep dah loe. 


Kak ana pun menghampiri gue sama aprilia, sementara cindy keluar dari kolam air mancur dan menyusui kakaknya. Gue pun mengenai kan mereka berdua kepada aprilia. 

" kak kenalin ni temen agus, kak ana kemarin juga lihat kan waktu gue berdua dengan nya di dekat gerbang sekolah. "

" ana choirunnisa. "

" aprilia Nawang sari " mereka pun saling memperkenalkan diri. 

" cindy Maharani " cindy pun ikut ikutan memperkenalkan diri nya. 

" kakak cantik, pacar nya kak agus. Ya. "? 

He He he bocah, kalo ngomong lihat situasi Napa. Mau tanggung jawab loch kalau terjadi perang nuklir. Asal njeplak aja tuh mulut., gue cium tahu rasa loe ntar. 

" belum koq dek, kita cuman sekelas doank. Mungkin sebentar lagi pangkat nya bakal naik jadi pacar, tergantung kak agus nya saja mau ndak sama kakak nya. "! Jawabnya salah tingkah mendapat pertanyaan seperti itu dari cindy. 

Lho lho lho, ni yang di tanya in kenapa malah gitu jawab nya. Malah bikin suasana tambah panas aja. Kalo gak segera di siram air, bisa kebakaran nich. Gue pun segera mengalihkan pembicaraan tersebut. Karena aku lihat mimik wajah ana berubah saat mendengar jawaban dari aprilia. 

" sudah sudah, malah jadi nglantur gak jelas kayak gini. Jadi kagak acara nya, keburu siang tahu. Elu gimana pril kalo ikut gabung sama kita kita aja, kan lebih banyak orang lebih rame. " gue pun menawar kan agar aprilia join ama kita. Dari pada ntar dia sendiri trus kesambet makhluk Astral, kan gaswat., eh gawat maksudnya. 

Aprilia menerima tawaran ku begitu saja,. Begitu pula dengan cindy dan kak ana. Namun sepertinya kak ana menerima nya karena takut gak enak hati sama gue. Buktinya dia cuma pasif saat aprilia gabung. 

Praktis pagi itu gue lebih banyak habiskan waktu aprilia., bagaimana tidak cindy lebih asyik dengan aktivitas nya sendiri., sementara kak ana cuma jadi penonton kami bertiga. 

Karena matahari sudah tinggi, aprilia pun pamit pulang terlebih dahulu. Dia segera bergegas pergi, setelah mobil jemputan nya datang. 

Tak selang berapa lama kak ana juga mengajak kami berdua pulang ke rumah nya. Sepanjang perjalanan kak ana lebih banyak berdiam diri.. Berbanding terbalik dengan saat dia berangkat tadi. 

Ada Apa lagi ini.. . . . .
Scene 31 : Makan siang bersama 
matahari semakin meninggi., di atas ubun ubun gue. Sementara cindy sudah mulai bosan dengan aktivitas nya. Padahal gue tadi lihat adem ayem aja,. kenapa sekarang berubah 180 derajat yak. Kak ana pun akhirnya meminta di sudah i saja hari ini. Karena ku rasa mood nya mulai menjurus ke arah negatif. 

Kita bertiga pun keluar dari area alun alun kota, dan berjalan kembali ke arah rumah nya kak ana. Dalam perjalanan dia lebih banyak diam tanpa kata,. Berbanding terbalik dengan waktu saat dia berangkat tadi. Ada Apa lagi gini gerangan., 

Gue pun cuma bisa berandai andai, menebak apa yang menjadi isi hatinya kak ana saat ini. Pintu pagar rumah nya pun telah nampak dari kejauhan,, alhamdulillah akhirnya sampai juga. Sumpah gue capek banget hari ini. Padahal udah biasa gue saban minggu bantuin ortu di sawah., lha ini masak terasa lebih berat gue ngejalani nya. 

Di buka nya pintu pagar yang kokoh berdiri tersebut. Kita pun bergegas masuk ke ddalam rumah untuk mendinginkan kepala. Pake ac sob rumah nya, gak beda jauh sama rumah gue yang juga sama sama pake ac. Angin jendela kamsud nya  

"assalamualaikum" sapa ku. Ni sudah jadi kebiasaan gue ngucapin salam kalo masuk rumah orang. beda sama kalian silent reader,, pasti loe pada langsung nyelonong masuk gitu aja ke dalam rumah. Udah gitu langsung ke dapur ubekk ubekk lemari nyari makanan kayak kucing yang lagi kelaparan. 

Ya iya lah langsung nyelonong masuk., itu rumah loe sendiri. Jadi terserah lu pada mau ngapain  

"walaikumsalam" Jawab seseorang dari lantai dua. 

Rupanya tante Aisyah yang menjawab salam tersebut. Beliau pun segera turun menghampiri kami bertiga., rupanya tadi beliau sedang memeriksa berkas berkas file buat persiapan rapat besok. Beliau langsung keluar kamar setelah mendengar pintu rumahnya terbuka. 

Ni ibu ibu pasti punya kuping dari kelinci. Masak pintu terbuka yang berada di lantai satu bisa kedengaran dari ruang kerjanya yang berada di lantai dua, ajaib nggak tuh sob. Udah gak usah lu pada pikirin, namanya juga buat dramatisasi. 

" udah pulang an,, buruan gy teman nya di ajak mandi terus di ajak makan siang juga. Udah mama siapin tuh di ruang makan. " 

Hah mandi, yang bener aja ni tante,masak tante menyuruh anak gadisnya mandi bareng sama cowok. tapi sebenarnya gue juga mau sich kalau kak ana nya mau., hehe. Jangan ngeres dulu pemirsa. Mandi bareng disini yang di maksud, waktu yang bersamaan namun di tempat yang berbeda. 

Secara ni rumah ada dua kamar mandi nya. Kamar mandi utama, serta kamar mandi pembantu., bisa tebak kan lu pada gue dapat kamar mandi yang mana. Tadinya sich gue mau mandi bareng kak ana di kamar mandi utama,, tapi ya udah lah, dari pada gue ntar di gebukin warga satu kelurahan. Gak papa dah mandi sendiri yang penting aman. 

Gue pun segera pergi ke kamar mandi setelah tadi di beritahu letak tempat nya oleh kak ana. Gue pun membuka nya, dan menutup nya kembali saat itu juga. Gue takut ada yang ngintipin gue trus jadi terangsang, bisa mampus gue ntar kalo di perkosa. 

Baru saja gue membuka baju dan menghadap ke pintu., astagfirullah, daleman siapa ini yang di gantung di balik pintu. Bisa sawan mata gue kalo lama lama lihatin helm standar wajib buat setiap cewek. Sambil secepat kilat ku lucuti pakaian ku satu persatu. 

Karena gak mau terkena sawan, gue pun gak mau berlama lama di kamar mandi nya. Gue pun segera keluar begitu selesai dengan aktivitas sabun menyabun. Menyabun disini, seluruh anggota badan, bukan anggota badan tertentu. 

Karena gak bawa baju ganti, gue pun memakai kembali pakaian yang tadi gue kenakan. lumayan lah udah gak terlalu bau keringat. tak berapa lama, kak ana pun selesai dengan aktivitas mandi nya dan turun ke bawah dan menghampiri ku. Kali ini baju yang ia kenakan lebih longgar. Sayang sekali pikirku. 

Kita berdua pun bergegas ke ruang makan., ku lihat cindy telah sampai disana lebih dulu bersama tante Aisyah. di meja makan, banyak sekali jenis makanan yang di hidangkan tante Aisyah. Waduch ni makanan beracun gak ya kalo gue makan. Gue masih idup gak ya setelah menelan ntu makanan.? Pasti nggak lah wong kelihatan menggugah selera gitu ntu makanan. Kalo Deddy Corbuzier bilang sich "maknyus"  

Segera ku ambil posisi duduk untuk mulai acara makan nya. Rupanya kak ana mengambil posisi yang bersebelahan dengan ku,. Kontan itu membuat tante Aisyah dan cindy senyam senyum melihat kelakuan nya. 

"silahkan di makan nak agus, jangan sungkan sungkan, anggep saja rumah sendiri"! Nah lho, kata kata yang gue tunggu tunggu dari tadi akhirnya keluar juga. 

Tenang saja tante, bakalan gue sikat abis ntu makanan di atas meja. Sebelum makan jangan lupa doa dulu sob, biar setan kagak pada ikut makan. 'ITTADAKIMASU'. . Ngawur, yang bener adja loe. 'BISSMILLAH" maksudnya. 

Setelah acara makan makan nya kelar, gue pun pamit sama tante Aisyah untuk segera pulang. Tapi sayang pemirsa, gue gak habisin tu makanan satu meja. , tadi nya mau pesen ke tante ana buat di bungkus saja, kan lumayan buat lauk di rumah., 

Tapi gak jadi achhh, malu malu ini banget lu gus jadi orang., jam 14.15 gue nyampai di rumah., gue pun pergi ke kamar untuk beristirahat tidur siang. Perut ini udah terlalu penuh isinya hingga membuat gue, gak kuat buat ngapa ngapain lagi..
Scene 32 : Kena batunya 
alhamdulillah, lumayan dah gue hari ini dapat makan siang gratis. Secara se umur umur gue, baru kali ini ada yang njamu gue layaknya seorang raja. Makasih tante Aisyah, gue doain yak moga cepet dapat suami lagi 

Karena perut gue udah terasa penuh, tak perlu menunggu lama buat gue memejamkan mata. Cukup dah aktivitas gue hari ini, langsung gw skip scene keesokan hari yak biar kagak capek gue ngetik nya. Pake andro bro kadang gue update nya. Ampe keriting jari gue. ngetik kata demi kata segini banyak nya 

Jam 6.45 am pun gue tiba di sekolah. hari ini gue berangkat seperti biasanya, karena kemarin lusa datang ke pagi an. Hingga berasa kelas gue kayak kuburan saja karena baru sedikit siswa yang datang. 


Dalam perjalanan ke kelas, gue berpapasan dengan aprilia. wah pas banget nich pikir ku. Sekalian aja gue bareng sama dia. Gue pun memanggil dia dari kejauhan., dia pun menoleh dan dengan segera menghentikan langkah kaki nya. Tanpa banyak kata gue pun jalan bareng an ma dia masuk ke dalam kelas. 

Nah gini dunk, baru namanya sekolah an. Banyak penghuni nya yang sedang sibuk dengan aktivitas nya masing masing. Ada yang ngrumpi lah, maen game eh ada pula tuh kayak nya lihat film bokep lewat hp nya. Parah nih orang kagak bisa lihat situasi dan kondisi. 


gue pun tak ingin lama lama berdiri sambil memandang i aktifitas mereka satu per satu. Gue pun langsung segera duduk di ikuti pula oleh aprilia di samping gue., ku lihat riska sibuk dengan buku buku nya, Ntah apa yang di baca nya. Sementara Gatot masih saja bertahan dengan kelakuannya yang tengil. Tak selang berapa lama, jam pertama pelajaran pun mulai. 

Ni pelajaran favorit gue, jadi dengan semangat 45 gue konsen banget dengan mata pelajaran ini., bukannya sombong yak, waktu unas kemarin, gue cuma salah 2 dari 30 soal yang di ujikan. Tapi sayang nya ada siswa dari kelas lain yang bener semua. Sumpah tu orang otak nya encer banget dah kayak sabun cair. 

Jam pelajaran pertama pun habis berganti dengan jam kedua. Nah ini dia guru yang paling di takuti sama siswa kelas satu. Killer nya bukan main, ntu guru juga gak mandang tuh siswa cewek pa cowok. Semuanya kena sikat tanpa ampun. Siapa lagi kalo bukan pak Andi, gak pke Lau tapi. 

Singkat cerita disini lah waktu kemalangan buat Gatot tiba. Saat pelajaran yang lalu, ntu guru buat soal ke para murid untuk di kerjakan nya di rumah. Sial nya Gatot lupa untuk ngerjain nya. Parah nya lagi, ntu anak gak bawa yang namanya buku pelajaran kimia. Bagus benar nasib mu tot. Udah jatuh, ketiban durèn lagi. Bonyok dah tu kepala. 

" mampus gue gus".? Teriak nya tiba tiba memekakkan telinga gue. 

" kenapa lu tot, biasa aja kalee gak usah teriak teriak di telinga gue gitu. Gue tuh nggak budek ".! Jawab ku kesel. 

" gue lupa ngerjain pr kimia, udah gitu buku gue ketinggalan di rumah. gue tadi berangkat nya buru buru karena takut telat ". 

Nah loch, makan tuh pencarian lo sekarang. makanya jadi orang jangan suka menari nari di atas penderita an orang lain. kualat kan loe sekarang. ha ha ha. 

" wah kalo gitu gue, gak ikut ikut an tot. Gue doain aja deh moga lo di terima aja di sisiNya. "

"monyong lo, gue belum mampus Kampret".. 
" alah sama aja, bentar lagi lu juga bakalan di bunuh sama pak Andi. " haha haha tawa ku bangga memikirkan apa yang akan terjadi nanti dengan nya. 


Pak Andi pun meminta ketua kelas untuk mengambil buku tugas murid dan mengumpulkan nya di meja guru. Sampai saat tiba di meja gue,, mendadak Gatot berubah ke mode bijuu. Nggak lah panas dingin maksudnya. Dalam hati pun gue pengen tertawa sekencang kencang nya lihat mukanya waktu itu. Sumpah lucu banget pemirsa. 

Ketua kelas pun telah selesai dengan tugasnya dan meletakkan buku tugas tersebut di atas meja. Pak Andi pun segera memeriksa pr para murid dan menghitung jumlah nya., rupanya dia merasa ada yang janggal dengan jumlah buku yang terkumpul. Pasti kalian tahu. Buku tugas tersebut kurang satu buah. 

" siapa yang tidak mengumpulkan buku tugasnya angkat tangan. ".? Teriak pak Andi dengan nada tinggi. 

Kontan para murid kaget dengan perubahan suara nya. mereka saling pandang dan kebingungan. tentu saja karena mereka merasa sudah mengumpulkan buku tugas nya masing masing. Sampai akhirnya Gatot pun berdiri. 

" saya pak. " sambil di angkat tangan kanannya. 

" Gatot maju ke depan, sekarang" bentak pak. Andi pada Gatot. Sebenar nya gue iba melihatnya di bentak seperti itu. Tapi gue juga gak bisa berbuat apa apa buat nolongin dia. 

Gatot pun akhirnya di hukum berdiri dengan satu kaki., tak lupa dia suruh menulis "aku akan kerjakan pr ku '' sebanyak seribu baris. Wah kalo ini sich lebih parah dari pada hukuman yang gue terima. 

Sungguh malangnya diri mu tot 
Scene 33 : Planning
 mungkin ada yang salah dengan sistem pendidikan di negeri ini. Bagaimana tidak, seorang guru menyalah gunakan kewenangannya untuk berbuat seenaknya sendiri. Sementara itu sang murid melupakan apa yang menjadi kewajiban nya. 

Menurut gue hal tersebut wajar saja, karena mereka masih dalam batas normal sebagai seorang manusia. Namun yang bikin gue naik pitam, kenapa begitu kejam dia menjatuhkan vonis kepada muridnya. Apa jadinya negeri ini bila semua guru seperti itu. 

Gue pernah berada di posisi yang sekarang di tempati oleh Gatot. Namun saat ini gue rasa Gatot lebih menderita dari apa yang gue terima dulu. Pasti lah dia lebih menderita, hal ini pasti menjadi yang pertama buat nya mendapatkan hukuman seperti itu. Apalagi kelihatannya gue lihat Gatot itu tipikal anak mami. Tahu kan pasti elu pada gimana tipikal tipe anak tersebut. Manja udah pasti iya,. Lemah gelumai udah barang tentu. 

Gue doain dech tot, moga bel istirahat nya cepat berbunyi. Biar penderitaan lu cepet berakhir. 

"kriinggg" yang di tunggu tunggu akhirnya datang juga. Bel tanda istirahat terdengar bunyinya dari kejauhan., pak Andi pun segera menyuruh Gatot kembali ke tempat duduknya, bergabung dengan siswa yang lain. 

Langkah nya gontai berjalan mwnyusuri lorong bangku yang berderet., mimik wajah nya nampak merah layu seperti ada yang akan terjatuh dari kedua matanya., jangan lah, masak gitu saja mau mewek sich. Elu kan biasanya paling girang kalo gue yang kena hukuman. 

"elu baik baik saja tot" begitu dia sampai di bangku sebelah gue. 

"sumpeh gus,, kaki gue pegel nya minta ampyun,. Serasa mau copot sendi sendi tulang gue" 

"maafin gue gus, mungkin ni balasan dari Tuhan karena gue biasa ketawa in elu. Tertawa di atas penderita an lum. Gue gak bakal lakukan itu lagi. Gue pengen jadi temen yang selalu dukung elu. Support elu."? 

" iya tot gpp. Gue gak pernah masukin hati koq apa yang lu perbuat. Rasa kesel sich ada, cuman gue gak pernah dendam sama lu".! 

Dua orang sahabat itu pun kini gencatan senjata, sehingga semakin menumbuhkan keakraban diantara keduanya. Ingat keakraban disini gak ada acara peluk pelukan lo sodara, perlu dicatat dan digaris bawahi itu. 

" ehh bentar lagi kan uts,, trus sesudahnya kita libur untuk satu minggu. Elu lu pada dah ada acara belum untuk liburan uts nanti."? Timpal vita tiba tiba di tengah obrolan kami. 


" gue sich belum kepikiran sampe situ vit. Cause selama ini gue cuma bertapa di rumah sambil sesekali bantuin ortu gue di sawah ",. jawab ku jujur. 

" elu tuh emang kebo ya gus, kerjaan nya tidur mulu. Kagak bosen apa lu. Apa kurang jatah tidur lu tiap malam itu " ledek della kepada ku. 

" asyem lu dell. Ya beda lah jatah tidur malam sama tidur waktu senggang. Elu mah gue jelasin juga gak bakalan ngerti. Secara gitu otak lo kan pea ' ha ha. 


"eh sudah sudah, ni anak gak pernah akur satu sama lain dulu. Gue nikahin lu berdua tau rasa ntar " ujar riska melerai kami yang memang sering berbeda argumen dan pendapat. 

Hahh, nikah sama della. Naudzubillah dech,. Jangan sampe kejadian. Lagian kalo gue nikah dengan Della, gimana nasib aprilia ris. Yang bener aja lo. Gumam ku dalam hati. 

" Wad de the you'rs eyes ripped,? Nikah sama della, ogah banget. Kayak gak ada cewek lain saja., mending gue nikah sama aprilia saja dari pada sama ntu kutu kupret satu ".! Uppss tiba tiba saja kata tersebut meluncur keluar dari mulut ku. 

Sial gue keceplosan. Gimana nich kalo riska atau aprilia menanggapi nya dengan serius.? April yang dari tadi memperhatikan obrolan kami pun tersenyum bahagia mendengar ucapan ku. Sementara ku lihat ekspresi riska datar datar saja. Untung lah gue masih selamat. 


" gini nich, kalo kalian belum punya rencana, gue mau ngajakin kalian liburan bareng gue. Kebetulan tante gue tinggal di Malang. Dan beliau punya villa di daerah Batu. " vita yang sedari tadi diam kini mulai ikut berbicara. 


" wah boleh juga itu cyin gue setuju. Gue sebenarnya juga pengen kesana, tapi lum ada waktu. Pas banget lu ngajakin kita kita sekarang. " sambil di jalan kan ujung jari nya menunjuk kita satu satu. 

Lah ni anak kenapa jadi kayak gini gaya bahasa nya setelah di hukum pak Andi. Pak lu apain teman gue tadi koq jadi kemayu gini sekarang., tanggung jawab lu pak kalo dia sampe hamil. Ehh kenapa kenapa maksudnya. 


" gue sich setuju vit, tapi gue mesti minta ijin dulu sama ortu gue dulu. Ntar bisa bisa gue di penyet kalo berangkat tanpa ijin mereka berdua. " jawabku 

Sepertinya riska juga setuju ikut setelah mendengar gue juga akan ikut. Sementara della juga mengangguk tanda setuju. Kalo Gatot jangan di tanya,. Dia yang paling semangat buat berangkat. 

" elu mau ikut liburan bareng kita kita gak pril. "? Ku tawarkan juga pada aprilia untuk ikut gabung sm kita. 

" kayak e gue Gk bisa gus. Gue punya rencana sendiri,. Gue mau jenguk nenek gue yang berada di Surabaya. Semenjak gue di pindah kemari,, belum sekali pun gue sempat menengok nya "


" yah gak asyik dunk".? Jawab ku dengan sedikit nada kecewa. Tapi tak apalah, yang penting riska juga ikut dalam rombongan tersebut. 


Rapat dadakan nya pun selesai., di putuskan bahwa liburan sehabis uts adalah pergi ke villa tante nya vita yang berada di Batu, Malang. 


Namun Ntah kenapa raut kesedihan nampak di wajahnya.....

Scene 34 : UTS
entah mengapa gue melihat ada sedikit rasa kekecewaan di wajahnya. Nampak kekecewaan itu begitu menyelimuti tiap tiap ruang dalam relung hatinya. Padahal dia akan bertemu dengan sanak keluarga nya saat liburan nanti,. Mestinya hal itu momen yang di tunggu setelah sekian lama terpisah oleh jarak dan waktu. 

Namun entah mengapa raut wajahnya seperti ingin mengatakan sesuatu. Ada kebahagiaan yang kurang dari diri ku., bukan karena mulut ku tak bisa mengatakan nya, hanya hati ini tak mampu untuk mengutarakan nya. 

Seminggu pun berlalu sejak rapat dadakan itu. Rasa nya seperti baru kemarin gue berdebat sama della. Macam anggota DPR yang ribut bahas tunjangan anggota nya selalu saja kurang. Tapi hari pun telah berganti dengan minggu. 

Tepat hari ini, hari pertama ujian tengah semester dimulai. Tak banyak persiapan buat gue menyambut uts yang pertama ini. Bagi gue uts kali ini tidak terlalu penting., karena tak ada hubungan nya sama hidup mati gue. Kenapa gue bisa bilang demikian.? Ya tentu saja karena ulangan ini hanya sebagai pemanasan untuk menyambut ujian yang sesungguhnya. Yakni ujian semester yang akan menentukan tidak nya gue naik ke kelas dua.

Namun sepertinya hal tersebut tidak berlaku untuk siswa lain. Gue lihat banyak dari mereka yang mempersiapkan diri dengan begitu sungguh sungguh. Mulai dari belajar dengan giat, membuat contekan sampai minum air yang lebih dulu di campur dengan beberapa lembar kertas yang di bakar. Waduh, makin gile aja ni pikiran anak jaman sekarang., mana ada orang cerdas hanya dengan melakukan ritual seperti itu. Belajar yang giat dunk bro, trus jangan lupa berdoa. Minta sama yang di Atas. 


Yang tak kalah gile nya,, anak anak cewek yang duduk di bangku deretan tengah. Masak paha mulus nya di tato dengan berbagai macam rumus fisika. Mulai dari hukum Newton sampai hukum perdata., ehh bentar bentar.? Emang fisika ada ya hukum perdata. Ngaco lu Ahhh. 

Gue cuma cekikikan melihat tingkah polah temen teman gue. Gak da yang instan di dunia ini., segala sesuatu butuh proses untuk mencapai apa yang di inginkan. Cam kan itu baik baik. 

" agyuss,, koq lu adem ayem aja sich ngadepin uts saat ini. Dah pergi ke dukun buat minta jawaban ulangan lu ya" Gatot dengan gaya bicara khas nya yang baru njeplak begitu aja. Membuyarkan lamunan gue. 

"dukun bapak moyang lu tot. Gue dasar nya yang pintar, jadi sudah gak butuh lagi dengan yang begitu an. Lagian elu sekarang kenapa jadi makin tambah lakik sich setelah di hukum pak Andi seminggu yang lalu., jijik gue denger nya tau nggak. 

" ehh koq jahat gitu sich lu gus sama eke,, eke sedot mati lu ntar. Sebenar nya eke cuma pura pura keren aja di depan cewek cewek. Biar dikira macho begindong lo cin,, ihh cap cay dech lo bo".? Makin menjadi jadi tuh anak ngomong nya. Kayak serasa mau gue sumpal aja tuh mulut pake kaos kaki. 

"jadi selama ini lu amfibi tot" riska ikut ikut an kami ngobrol. 

" maksudnya eke amfibi apaan tuh cin.? 

" iya tot amfibi. Makhluk yang bisa hidup di dunia. Kalo buat lo dunia cowok sama dunia cewek ".! Jawab riska sambil tertawa terbahak bahak. 

Kontan gue sama yang lain juga ikut terbawa suasana dan tertawa juga. Aprilia pun ikut tertawa melihat Gatot jadi bahan ejekan riska sama gue., ini pertama kalinya buat gue melihat aprilia tertawa., seperti tanpa ada sedikit pun beban yang menggelayut di hati nya. Tetap seperti itu pril. Gue bahagia lihat senyuman manis loe, gue pengen senyuman itu gak pernah hilang dari bibir loe. 

Pelajaran pertama pun di mulai. Farida sang ketua kelas membagikan soal beserta lembar jawaban ke pada murid satu persatu., untuk menghemat waktu gue pun berinisiatif untuk membantunya., dengan dua orang yang membagikan., lembar soal dan lembar jawaban pun telah sampai kepada masing masing murid dengan lebih cepat. 

Hembb fisika., mata pelajaran pertama di hari pertama., gue bolak balik lembar soal yang ada di atas meja gue. Standar soalnya,, nggak ada yang terlalu menguras otak gue. Gue mank suka mata pelajaran yang berhubungan dengan angka. Ntah itu kimia, fisika atau matematika, insya allah gue libas semua nya. 

Namun gue paling lemah dengan mata pelajaran yang banyak teori serta kosa kata., yang paling benci bahasa Indonesia. Apalagi bila sudah sampai pada materi yang bernama majas. Sumpah gue lambaikan tangan ke kamera dari pada kepala gue puyeng nantinya. 

Tiap tiap soal yang di ujikan jam pertama ini gue lahap dengan mudah. Yang jadi tanda tanya besar dalam otak gue, ntu cewek cewek yang paha nya penuh tato, keluar ndak materi yang di tato di paha nya.. 

Entah lah




Sumbernya disini